Korea Selatan Rintis Kebijakan Bebas Visa untuk Wisatawan dari Indonesia
Pemerintah Korea Selatan tengah menguji coba kebijakan bebas visa yang ditujukan kepada wisatawan asal Indonesia. Langkah ini diambil untuk menarik 30 juta kunjungan dari wisatawan internasional, dengan fokus awal pada perjalanan kelompok.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Pengumuman resmi mengenai kebijakan ini disampaikan oleh Presiden Lee Jae Myung dan Perdana Menteri Kim Min-seok dalam National Tourism Strategy Meeting ke-11. Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah akses wisatawan Indonesia dan meningkatkan kunjungan dari negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Dalam kebijakan ini, turis Indonesia dapat melakukan perjalanan tanpa visa jika mereka merupakan bagian dari kelompok berisi tiga orang atau lebih. Kebijakan ini merupakan strategi baru untuk mengoptimalkan potensi pariwisata dari Indonesia, yang merupakan salah satu pasar yang signifikan.
Selain untuk wisatawan Indonesia, kebijakan ini juga memperluas syarat untuk warga negara lainnya dari China dan kawasan Asia Tenggara yang sebelumnya telah berkunjung ke Korea. Mereka kini diperbolehkan untuk mengajukan visa multiple-entry yang berlaku hingga lima tahun.
Dengan adanya perubahan ini, diharapkan arus kunjungan dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dapat meningkat secara signifikan. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mempermudah akses bagi para wisatawan dan menggiatkan sektor pariwisata Korea Selatan.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Korea Selatan juga berencana untuk memperluas penggunaan sistem gerbang imigrasi otomatis bagi wisatawan internasional. Sebelumnya, fasilitas ini hanya terbatas pada 18 negara, seperti Jepang dan Australia, namun kini diinklusi untuk warga negara Uni Eropa.
Langkah ini diharapkan bisa mempercepat proses imigrasi di bandara dan meningkatkan kenyamanan bagi para pengunjung. Pihak pemerintah sedang mendorong perkembangan pariwisata tidak hanya di Seoul, tetapi juga di area lain.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi akan menambah jumlah penerbangan internasional langsung ke bandara regional. Hal ini meliputi tawaran hak lalu lintas udara khusus dan potongan biaya bagi maskapai yang bersedia terlibat.
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, pemerintah Korea Selatan akan meluncurkan kampanye Visit Korea 2027-2029. Kampanye ini bertujuan untuk mempromosikan pengalaman wisata yang bervariasi, mulai dari K-beauty hingga K-food.
Presiden Lee Jae Myung menegaskan bahwa pariwisata harus dipasang sebagai industri strategis nasional. Beliau menjelaskan bahwa pariwisata tidak hanya ditujukan untuk menjual destinasi, melainkan juga menciptakan pengalaman berharga bagi para pengunjung.
Pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap praktik kenaikan harga yang tidak wajar yang dapat merusak citra pariwisata Korea, termasuk penerapan sanksi bagi bisnis yang tidak mematuhi harga yang telah ditentukan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: