Tips Mengatasi Maag yang Kambuh Akibat Stres
Stres sering kali menjadi penyebab kambuhnya maag, membuat banyak orang mencari cara cepat untuk meredakan gejalanya.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Dari obat hingga pengaturan pola makan, terdapat berbagai pilihan untuk membantu atasi maag saat dalam kondisi tertekan.
Stres emosional dapat mengganggu produksi asam lambung dalam tubuh. Ketika stres, tubuh akan memproduksi lebih banyak asam, yang berpotensi mengiritasi lambung dan memperburuk gejala maag.
Faktor-faktor seperti pola makan yang tidak teratur dan kekurangan istirahat juga turut berkontribusi terhadap gejala ini.
Dr. Budi, seorang spesialis gastroenterologi, menyatakan, "Stres bisa menyebabkan otot-otot di sekitar lambung berkontraksi, sehingga membuat kita lebih rentan terhadap rasa sakit dan ketidaknyamanan."
Memahami pemicu stres pribadi adalah langkah awal yang penting untuk mengelola gejala maag.
Ada beberapa jenis obat yang dapat membantu meredakan gejala maag, seperti antasida, H2 blocker, dan proton pump inhibitors (PPIs). Antasida berfungsi untuk menetralkan asam lambung dan biasanya memberikan bantuan cepat saat gejala muncul.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
H2 blocker, seperti ranitidin, berfungsi mengurangi produksi asam. Disarankan untuk mengonsumsi obat ini sebelum makan jika stres adalah faktor pemicu.
Proton pump inhibitors seperti omeprazole adalah pilihan untuk pengobatan jangka panjang bagi individu yang sering mengalami gejala maag.
Sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter demi menemukan obat yang paling sesuai dengan kesehatan masing-masing.
Mengatur pola makan dan gaya hidup yang sehat menjadi penting dalam pencegahan kambuhnya maag. Mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari makanan pedas, asam, atau berlemak dapat membantu menjaga kesehatan lambung.
Teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi dapat membantu mengatasi stres. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa praktik ini tidak hanya menenangkan pikiran tetapi juga mampu mengurangi ketegangan fisik pada lambung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: