BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 17:48 WIB

Strategi Terintegrasi untuk Atasi Masalah Sampah di Indonesia

Strategi Terintegrasi untuk Atasi Masalah Sampah di IndonesiaStrategi Terintegrasi untuk Atasi Masalah Sampah di Indonesia

Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya penanganan sampah secara terintegrasi dan tidak lagi parsial. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan hal ini dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Indonesia, saat ini, tercatat sebagai salah satu dari lima negara penghasil sampah terbesar di dunia dan menduduki peringkat ketiga dalam kontribusi sampah plastik ke laut. Hal ini menjadi dorongan kuat bagi pemerintah untuk mengimplementasikan strategi pengelolaan yang lebih efektif.

Pendekatan Strategis Pengelolaan Sampah

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di Indonesia perlu dilakukan dengan tiga pendekatan utama: berbasis hulu, berbasis hilir, dan integratif. Pendekatan berbasis hulu berfokus pada pengurangan sampah dari sumbernya, yang meliputi tindakan di tingkat rumah tangga hingga desa.

Tito menekankan pentingnya partisipasi dari setiap rumah tangga dan lingkungan dalam upaya mengurangi dan mengolah sampah. Daerah-daerah seperti Banyuwangi, Klungkung, dan Subang telah menunjukkan keberhasilan dalam menerapkan pengelolaan sampah berbasis komunitas dengan melakukan pemilahan sejak dini untuk mengurangi beban di tempat pemrosesan akhir.

Lebih lanjut, Mendagri juga menjelaskan potensi ekonomi dari pengolahan sampah organik, termasuk melalui budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan dapat menghasilkan nilai tambah yang signifikan.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Penguatan Sistem dan Teknologi Pengangkutan

Di sisi hilir, penguatan sistem pengangkutan dan pengolahan sampah menjadi salah satu sorotan utama Tito. Pemerintah berkomitmen untuk menerapkan teknologi guna mengoptimalkan proses pengolahan sambil memastikan tata kelola dan pengawasan yang konsisten.

Dalam forum ini, Tito berharap pengelolaan sampah tidak hanya bersifat reaktif. Dia mendorong adanya gerakan kolaboratif yang terstruktur dan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di seluruh Indonesia.

Dia menyatakan dengan tegas, 'Kotanya bersih, karena pasukan sampahnya yang bergerak cepat. Sehingga pada waktu pagi hari enggak ada sampah.' Pernyataan ini menyoroti pentingnya respons cepat dalam pengelolaan sampah di masyarakat.

Dukungan dan Partisipasi Semua Pihak

Rapat Koordinasi Nasional ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadapi permasalahan sampah secara serius.

Mendagri menambahkan, 'Saya hanya mau nambahkan sedikit beberapa data saja untuk betul-betul acara ini tidak seremonial tapi menjadi wake up call.' Pernyataan ini menunjukkan adanya urgensi dan kebutuhan untuk menggandeng kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pentingnya partisipasi semua pihak diharapkan dapat mempercepat proses pengelolaan sampah yang menyeluruh dan efektif, sehingga dampak positif dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Strategi Terintegrasi untuk Atasi Masalah Sampah di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!