Dinamika Ritel Modern dan Koperasi: Peluang Kolaborasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi
Kementerian Perdagangan mengonfirmasi bahwa belum ada keputusan akhir terkait pembatasan ekspansi ritel modern di Tanah Air, seiring dengan perkembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan perlunya sinergi lebih lanjut antara kementerian, khususnya dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa perbincangan mengenai ritel modern dan Koperasi Merah Putih terus berlangsung, dengan rencana pembicaraan lebih lanjut dengan Menteri Desa, Yandri Susanto.
Ia menyatakan, "Saya dengan Pak Mendes tadi memang mau janji. Kan ada acara lain, sekalian saya mau nanya itu (terkait penyetopan ekspansi Alfamart-Indomaret). Seperti apa maksudnya."
Koordinasi tersebut dianggap krusial untuk memperjelas arah kebijakan yang tengah menjadi bahan pembicaraan luas di masyarakat.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menggarisbawahi bahwa kegiatan ritel modern sudah berada dalam kerangka regulasi yang berlaku dan sesuai ketentuan zonasi.
"Zonasi kepada pemerintah daerah. Jadi untuk zonasi, misalnya 1 km di Serpong itu akan berbeda dengan 1 km di Indramayu," tuturnya.
Kebijakan zonasi ini memperhitungkan karakteristik sosial dan ekonomi di masing-masing daerah, sehingga pelaksanaannya tidak bisa disamakan secara menyeluruh.
Iqbal juga membahas peluang kemitraan antara koperasi desa dan ritel modern, yang saat ini masih terpisah berdasarkan wilayah operasional.
Ia menguraikan bahwa ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret beroperasi di kawasan urban, sementara koperasi desa lebih berfokus di daerah pedesaan.
"Jadi saya pikir nggak ada masalah, justru kita malah meng-encourage kemitraan antara koperasi dengan ritel modern," jelasnya, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan akses produk dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: