BGN Tegaskan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis untuk Setiap Porsi Adalah Rp8.000 hingga Rp10.000
Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi bahwa anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi. Penegasan ini sebagai respons terhadap diskusi yang berkembang di media sosial tentang ketidakpuasan menu saat Ramadan.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menyebutkan bahwa anggaran ini berbeda dengan alokasi lainnya, seperti biaya operasional dan insentif.
Nanik S. Deyang merinci bahwa anggaran untuk anak balita hingga kelas 3 SD ditetapkan sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara untuk anak kelas 4 SD ke atas dan ibu menyusui, anggarannya meningkat menjadi Rp10.000 per porsi.
Diungkapkan oleh Nanik, meskipun anggaran lebih tinggi, tidak sepenuhnya dialokasikan untuk bahan makanan. Sebagian anggaran tersebut juga digunakan untuk kebutuhan operasional dan insentif bagi yayasan atau mitra pelaksana.
Dari total anggaran, sebesar Rp3.000 per porsi dialokasikan untuk biaya operasional seperti listrik, internet, dan insentif relawan. 'Anggaran ini juga mencakup pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bagi relawan yang bekerja dalam program ini,' tambah Nanik.
Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat
BGN juga mengalokasikan Rp2.000 per porsi untuk sewa lahan dan bangunan, termasuk dapur dan gudang. Harapannya, alokasi ini dapat memenuhi semua kebutuhan terkait penyediaan makanan.
Nanik menegaskan bahwa anggaran tersebut menjamin fasilitas memadai untuk penyelenggaraan MBG. 'Fasilitas ini mencakup sewa peralatan masak yang modern dan efisien untuk memproduksi makanan yang sehat,' jelasnya.
Dalam petunjuk teknis terbaru, anggaran juga berfungsi sebagai insentif bagi SPPG, yang mengelola pelayanan kepada hingga 3.000 penerima manfaat per hari.
BGN menyatakan siap menerima masukan dan laporan terkait menu MBG jika ada indikasi ketidaksesuaian dengan anggaran. Mereka berkomitmen untuk menangani setiap laporan secara profesional dan objektif.
Nanik memastikan bahwa pengawasan pelaksanaan Program MBG mengikuti prosedur yang berlaku. 'Kami ingin memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan,' tutupnya.
Dengan penjelasan ini, BGN berharap masyarakat akan mendapatkan informasi yang jelas serta transparan mengenai anggaran Program Makan Bergizi Gratis.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: