Meksiko Hadapi Tantangan Keamanan Menjelang Piala Dunia 2026
Keamanan Piala Dunia 2026 di Meksiko mulai dipertanyakan di tengah meningkatnya konflik antara kartel narkoba dan aparat keamanan negara tersebut.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Kematian pemimpin kartel Jalisco New Generation, Nemesio Oseguera Cervantes, memperburuk keadaan dan berpotensi menggagalkan persiapan untuk ajang sepak bola terbesar di dunia.
Perang kartel di Meksiko semakin menjadi perhatian publik, dengan bentrokan bersenjata antara kelompok kriminal dan aparat keamanan semakin intensif.
Setelah kematian El Mencho, kekerasan melibatkan pembakaran fasilitas publik dan intimidasi terhadap warga sipil terus meresahkan masyarakat.
Kekhawatiran mengenai keamanan Piala Dunia 2026 semakin meningkat karena acara ini akan berlangsung di beberapa kota utama, termasuk Guadalajara, Mexico City, dan Monterrey.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, telah menjanjikan persiapan keamanan yang menyeluruh jelang ajang bergengsi ini.
Ia menyampaikan bahwa ada koordinasi intensif antara kepolisian daerah dan federal untuk memastikan keamanan maksimal bagi pengunjung dan peserta.
Rencana keamanan tersebut termasuk penambahan ribuan kamera pengawas serta penerapan teknologi anti-drone guna menjaga situasi tetap kondusif.
FIFA tetap optimis bahwa Piala Dunia 2026 dapat berjalan dengan baik meskipun kekhawatiran soal keamanan di Meksiko kian meningkat.
Jurgen Mainka, Direktur Eksekutif FIFA di Meksiko, menegaskan keyakinannya akan keberhasilan protokol keamanan yang telah diterapkan.
FIFA berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Meksiko demi menciptakan lingkungan aman bagi semua pihak yang terlibat.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: