Pemerintah Harap Penuh Kemandirian Energi dengan Penghentian Impor Solar 2026
Pemerintah Indonesia mengumumkan rencana penghentian impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang akan mulai berlaku pada April 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian energi dengan memaksimalkan produksi dalam negeri.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta tidak diperkenankan mendatangkan solar dari luar negeri dan harus beralih ke pasokan domestik.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menekankan pentingnya fase transisi dalam implementasi kebijakan ini. Ia menyatakan, "April sudah harus menggunakan solar dalam negeri," menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung produksi dalam negeri.
Laode juga menambahkan bahwa saat ini mereka sedang mempersiapkan masa transisi untuk memastikan tidak ada gangguan dalam pasokan. "Karena pada saat bulan April nanti sudah tidak ada lagi krisis-krisis yang terjadi. Jadi sekarang kita mitigasi solar," ungkapnya.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan meningkatnya kapasitas kilang Balikpapan, Indonesia akan dapat sepenuhnya menutup impor BBM. "Insya Allah begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya mulai tahun ini, impor solar dihentikan," ujarnya.
Bahlil menambahkan bahawa keputusan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong kedaulatan energi, serta tidak lagi bergantung pada impor. Data menunjukkan bahwa kebutuhan solar Indonesia mencapai 39,8 juta kiloliter per tahun.
Program B40 juga berkontribusi pada pasokan Fatty Acid Methyl Este sebesar 15,9 juta kiloliter per tahun. Ini menyisakan kebutuhan solar murni B0 sebanyak 23,9 juta kiloliter per tahun, yang diharapkan dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri.
Dengan kapasitas produksi nasional saat ini mencapai 26,5 juta kiloliter per tahun, pemerintah menargetkan penghentian impor solar dimulai pertengahan tahun 2026 untuk produk CN 48 dan CN 51.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: