Bahaya Malware Keenadu: Ancaman Serius bagi Tablet Android
Kaspersky baru-baru ini mengungkap adanya malware baru bernama Keenadu yang mengincar perangkat Android, khususnya tablet. Malware ini menyebar melalui jalur yang beragam, termasuk firmware dan aplikasi di Google Play.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Hingga Februari 2026, lebih dari 13.000 perangkat telah terinfeksi oleh Keenadu, dengan negara-negara seperti Rusia, Jepang, dan Jerman merasakan dampak yang signifikan. Peringatan ini menunjukkan potensi serius yang dihadapi pengguna di seluruh dunia.
Keenadu berfungsi sebagai alat penipuan, menjadikan perangkat terinfeksi sebagai bot yang melakukan klik otomatis pada tautan iklan. Kaspersky memperingatkan bahwa beberapa varian malware ini memiliki kemampuan untuk mengambil alih perangkat sepenuhnya.
Salah satu varian paling berbahaya tertanam dalam firmware beberapa model tablet Android sejak rantai pasokan. Varian ini berperan sebagai backdoor, memberikan penyerang akses untuk menginjeksi aplikasi tambahan dan memberikan izin akses tanpa persetujuan pengguna.
Malware ini dapat mengakses data sensitif pengguna, seperti pesan, media, dan kredensial perbankan. Selain itu, Keenadu juga memiliki mekanisme untuk menonaktifkan dirinya jika perangkat berada dalam pengaturan bahasa dan zona waktu China.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Beberapa varian Keenadu ditemukan di dalam aplikasi sistem, tetapi dengan fungsi yang lebih terbatas. Meski demikian, malware ini masih dapat menyisipkan aplikasi tambahan secara diam-diam berkat hak istimewa yang lebih tinggi.
Kaspersky juga mengidentifikasi Keenadu di aplikasi sistem untuk pengunci wajah, yang meningkatkan risiko pencurian data biometrik pengguna. Penemuan ini menunjukkan betapa bahayanya keberadaan malware di perangkat yang seharusnya aman.
Aplikasi kamera rumah pintar yang pernah ada di Google Play juga terpapar coch Keenadu. Dengan lebih dari 300.000 unduhan sebelum dihapus, banyak pengguna yang tidak menyadari infestasi malware ini.
Dalam menghadapi ancaman Keenadu, Kaspersky menyarankan pengguna untuk mengadopsi solusi keamanan yang dapat dipercaya. Pemeriksaan rutin terhadap pembaruan firmware perangkat juga sangat dianjurkan.
Pengguna perlu menonaktifkan aplikasi sistem yang dicurigai terinfeksi untuk menghindari kerusakan lebih lanjut. Kaspersky menggarisbawahi pentingnya tindakan pencegahan, khususnya untuk perangkat baru yang dapat terinfeksi sejak pengaturan awal.
Dmitry Kalinin, peneliti keamanan di Kaspersky, menegaskan, 'Malware yang sudah terpasang sebelumnya menjadi masalah mendesak pada banyak perangkat Android.' Kesadaran pengguna terhadap potensi ancaman ini sangatlah penting.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: