BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 18:29 WIB

Potensi Ekonomi Indonesia dari Hilirisasi Komoditas Utama

Potensi Ekonomi Indonesia dari Hilirisasi Komoditas UtamaPotensi Ekonomi Indonesia dari Hilirisasi Komoditas Utama

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya hilirisasi tiga komoditas utama: kelapa, gambir, dan CPO, yang bisa berkontribusi hingga Rp20.000 triliun terhadap ekonomi Indonesia.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dalam acara Sidang Dewan Pleno HIPMI 2026, Amran menyatakan bahwa keberanian dalam memanfaatkan sumber daya alam ini akan berdampak besar pada masa depan ekonomi negara.

Meningkatkan Nilai Tambah Kelapa

Sebagai produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa. 'Harga kelapa tercatat Rp1.350, dan jika dilakukan hilirisasi menjadi coconut milk atau coconut water, nilainya bisa naik 100 kali lipat,' jelas Amran.

Dengan pengolahan yang tepat, Amran menyebutkan potensi ekspor produk turunan kelapa dapat meningkat signifikan. 'Ekspor kita Rp24 triliun, kalau diolah bisa jadi Rp2.400 triliun, bahkan Rp5.000 triliun,' imbuhnya.

Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan

Mengoptimalkan Potensi Gambir

Gambir, yang 80 persen produksinya dikuasai oleh Indonesia, menjadi komoditas strategis yang perlu diolah lebih lanjut. Amran menyayangkan, 'sedihnya gambir kita diekspor, diolah di luar, lalu dijual kembali ke dunia.'

Beliau menegaskan bahwa pengolahan langsung di dalam negeri sangat penting untuk memaksimalkan nilai tambah. 'Potensinya Rp5.000 triliun. Kita mau berubah atau tidak?' tegasnya.

Peluang dari Hilirisasi CPO

Indonesia menguasai 60-70 persen pangsa pasar dunia untuk CPO, memberikan peluang besar untuk hilirisasi yang lebih mendalam. Amran menjelaskan, 'kalau harga CPO rendah kita serap jadi biofuel dalam negeri, kalau tinggi kita ekspor.'

Dengan penguatan biofuel dan pengurangan impor solar, nilai tambah dari CPO dapat meningkat secara drastis. 'Sekarang nilainya Rp549 triliun, bisa jadi Rp1.500 triliun, bahkan Rp5.000 triliun kalau hilirisasi penuh,' ungkapnya.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Potensi Ekonomi Indonesia dari Hilirisasi Komoditas Utama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!