BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 19:55 WIB

Bahaya Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Mengancam Kesehatan Masyarakat

Bahaya Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Mengancam Kesehatan MasyarakatBahaya Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Mengancam Kesehatan Masyarakat

Penelitian terbaru mengungkap bahaya serius pencemaran pestisida di Sungai Cisadane, usai kebakaran gudang yang terjadi baru-baru ini.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Pencemaran ini dapat berdampak buruk pada kesehatan masyarakat serta ekosistem yang berada di sekitar sungai.

Dampak Pencemaran Kimia

Ignasius Sutapa, seorang peneliti di Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air BRIN, menjelaskan bagaimana tumpahan pestisida dapat terakumulasi dalam jaringan organisme akuatik. Hal ini berpotensi berpindah pada predator tingkat tinggi, termasuk manusia yang mengkonsumsi ikan dari sungai tersebut.

Ia menyatakan, "Risiko ini membuat pencemaran tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek kesehatan kronis." Ketika pestisida mencemari sungai, zat kimia dapat menyerap ke dalam sedimen, yang bisa kembali ke kolom air tergantung pada kondisi.

Kondisi ini menjelaskan mengapa walaupun air tampak bersih, ancaman toksisitas dapat saja tersimpan dalam sedimen dasar. Sebagai hasilnya, masyarakat mungkin tidak menyadari bahaya yang mengancam dari pencemaran ini, yang memerlukan penanganan segera.

Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan

Efek Kesehatan Masyarakat

Paparan pestisida dapat menjadi masalah serius bagi kesehatan publik, baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung, seperti konsumsi ikan dan air yang terkontaminasi. Ignasius menegaskan bahwa ada jenis pestisida neurotoksik yang dapat menimbulkan gejala akut seperti mual, pusing, dan gangguan saraf.

Paparan kronis dapat memiliki konsekuensi yang jauh lebih serius, seperti gangguan pada sistem endokrin dan kerusakan organ. "Dalam jangka panjang, paparan kronis berpotensi memicu gangguan endokrin, kerusakan organ, bahkan risiko karsinogenik," kata Ignasius, menyoroti terhadap urgensi masalah ini.

Dengan demikian, masyarakat harus lebih waspada terhadap risiko kesehatan yang ditimbulkan, serta pentingnya penanganan lintas sektor untuk mengurangi dampak yang terjadi.

Tindakan Mitigasi dan Strategi Jangka Panjang

Dalam menghadapi pencemaran ini, Ignasius merekomendasikan penutupan sementara intake air baku PDAM di daerah yang terdampak dan peningkatan pemantauan kualitas air secara real-time. Hal ini untuk memastikan keselamatan masyarakat selama masa krisis.

Edukasi kepada masyarakat juga dianggap esensial, agar mereka tidak menggunakan air dari sungai sampai dinyatakan aman. Tindakan preventif ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari risiko kesehatan yang lebih besar.

Ia juga mendesak perlunya strategi jangka panjang, termasuk peningkatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang mencemari lokasi, serta restorasi ekosistem sungai melalui rehabilitasi zona riparian untuk mengembalikan kemampuan alami sungai dalam menyaring polutan.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Bahaya Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Mengancam Kesehatan Masyarakat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!