BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 19:31 WIB

Pembunuhan Tragis Siswa di Bandung: Konsekuensi dari Konflik Remaja

Pembunuhan Tragis Siswa di Bandung: Konsekuensi dari Konflik RemajaPembunuhan Tragis Siswa di Bandung: Konsekuensi dari Konflik Remaja

Seorang siswa SMPN 26 Bandung berinisial ZAAQ ditemukan tewas dengan luka tusuk di lahan eks Kampung Gajah pada Jumat malam, 13 Februari 2026.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi

Pembunuhan ini diduga melibatkan teman sebayanya berinisial YA dan kerabatnya AP, yang berangkat dari konflik pertemanan yang semakin memburuk.

Motif dan Pelaksanaan Pembunuhan

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menyatakan bahwa pembunuhan yang terjadi pada 9 Februari ini telah direncanakan dengan matang. YA merasa sakit hati setelah ZAAQ memutuskan hubungan pertemanan mereka, yang memicu tindakan kekerasan yang mengerikan ini.

YA melakukan perjalanan dari Garut untuk bertemu ZAAQ, dengan harapan menyelesaikan ketegangan di antara mereka yang dimulai sejak 7 Februari. Namun, kedatangan AP sebagai tukang dekorasi menghambat rencana mereka.

Pada hari kejadian, mereka bertemu di area eks objek wisata sekitar pukul 15.30 WIB. Suasana tegang mulai meningkat, yang pada akhirnya berujung pada pertikaian yang fatal.

Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel

Detail Kejadian dan Penemuan Jenazah

Menurut laporan, setelah perdebatan yang cukup sengit, YA menghantamkan botol ke kepala ZAAQ, yang mengakibatkan luka sobek. Meskipun ZAAQ masih sadar, YA berlanjut dengan menghujamkan pisau ke tubuhnya sebanyak delapan kali, terutama pada bagian perut.

Setelah melukai ZAAQ, YA mengambil ponsel dan jaket korban sebelum melarikan diri, sementara AP menunggu di luar lokasi. Penemuan jasad ZAAQ baru terjadi beberapa hari kemudian, pada 13 Februari, setelah keluarga korban melaporkan kehilangan.

Keluarga mulai curiga akan keterlibatan teman sebayanya setelah tidak mendengar kabar dari ZAAQ.

Reaksi Keluarga dan Pihak Sekolah

Titin Supriatin, Kepala Sekolah SMPN 26 Bandung, mengonfirmasi bahwa ZAAQ terakhir terlihat pada Senin, 9 Februari, saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Ketidakpastian ini menciptakan kecemasan di kalangan keluarganya setelah kehilangannya.

Ia juga menyebutkan bahwa keputusan ZAAQ untuk memutuskan hubungan pertemanan dengan YA menjadi salah satu pemicu ketegangan yang terjadi. Dalam pandangan Niko, hubungan antara ZAAQ dan YA sebelumnya dianggap seperti hubungan kakak-adik.

Pihak sekolah berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada keluarga ZAAQ sambil menunggu hasil penyelidikan. Suasana duka menyelimuti lingkungan sekolah, sebagaimana tragedi ini mengejutkan banyak orang.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pembunuhan Tragis Siswa di Bandung: Konsekuensi dari Konflik Remaja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!