CEO Instagram Klarifikasi Penggunaan Media Sosial di Sidang Los Angeles
Adam Mosseri, CEO Instagram, memberikan keterangan penting mengenai isu penggunaan media sosial dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tinggi Los Angeles.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Ia menanggapi tuduhan mengenai kecanduan media sosial namun tidak mengakui adanya kecanduan secara klinis dalam penjelasannya.
Sidang di Pengadilan Tinggi Los Angeles berfokus pada gugatan terhadap perusahaan induk Instagram, Meta, yang juga melibatkan platform lain seperti YouTube, TikTok, dan Snap.
Gugatan ini muncul atas dugaan bahwa desain dan fitur tertentu dari aplikasi tersebut, termasuk 'infinite scroll', dapat berdampak negatif pada kesehatan mental pengguna, terutama anak muda.
Dalam kesaksiannya, Mosseri menegaskan bahwa ia membedakan antara penggunaan media sosial yang berlebihan dan istilah kecanduan, yang dianggapnya sebagai sebuah simplifikasi.
Ia menyatakan, 'Kata 'terlalu banyak' relatif dan bersifat pribadi,' menunjukkan bahwa setiap orang memiliki batasan berbeda dalam penggunaan platform.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Pengacara penggugat, Mark Lanier, mengangkat isu mengenai tanggung jawab CEO dalam keputusan kebijakan yang dianggap berpotensi merugikan pengguna, terutama anak-anak.
Mosseri mengakui bahwa melindungi anak merupakan prioritas, tetapi menekankan bahwa keberlanjutan bisnis juga harus diperhatikan.
"Secara umum, kami harus fokus pada perlindungan anak di bawah umur," ujarnya, menambahkan bahwa kebijakan yang menguntungkan pengguna jangka panjang juga mendukung keberlangsungan perusahaan.
Ketika ditunjukkan tentang email dari eksekutif Meta yang membahas larangan filter digital menyerupai operasi plastik, Mosseri mengungkapkan bahwa perusahaan akhirnya memutuskan untuk menghapus efek tersebut.
Ia menyatakan bahwa pertimbangan utama adalah dampak kesehatan mental, yang memengaruhi keputusan perusahaan.
Namun, mantan eksekutif Meta, John Hegeman, memberikan pandangan berbeda, berpendapat bahwa pelarangan total filter digital dapat menjadi penghalang bagi inovasi dan daya saing, dan merekomendasikan kerangka kerja penggunaan yang bertanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: