BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 20:44 WIB

Waspada Nyeri Dada: Gejala Awal Serangan Jantung Terkadang Disepelekan

Waspada Nyeri Dada: Gejala Awal Serangan Jantung Terkadang DisepelekanWaspada Nyeri Dada: Gejala Awal Serangan Jantung Terkadang Disepelekan

Nyeri dada sering kali dianggap sebagai tanda 'masuk angin' atau 'angin duduk' oleh masyarakat, namun hal ini bisa menjadi indikasi awal serangan jantung yang fatal.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain

Spesialis jantung mengingatkan pentingnya mengenali gejala ini dengan serius untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.

Konsep Nyeri Dada dalam Masyarakat

Di kalangan masyarakat, nyeri dada biasanya diasosiasikan dengan istilah 'masuk angin' atau 'angin duduk'. Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Yislam Aljaidi, menyebutkan bahwa keluhan lain seperti sakit punggung, meriang, dan keringat dingin sering kali turut dianggap sebagai bagian dari gejala ini.

Namun, dr. Yislam menjelaskan bahwa keluhan tersebut kadang-kadang merupakan tanda-tanda awal serangan jantung yang lebih serius, dan bukan sekadar gejala ringan.

Ia menambahkan, "Keluhan nyeri dada yang tidak nyaman bisa menjalar ke bahu, leher, atau punggung, dan mirip dengan gejala 'masuk angin'."

Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Risiko Penanganan yang Salah

Salah satu ancaman terbesar dari penanganan yang tidak tepat terhadap gejala serangan jantung adalah hilangnya waktu berharga. Saat pasien merasakan tidak nyaman dan memilih metode seperti kerokan, mereka berpotensi mengabaikan kondisi medis yang membutuhkan perhatian segera.

dr. Yislam menegaskan, "Orang yang merasa tidak nyaman mungkin mengandalkan metode kerokan, padahal jantung memerlukan penanganan cepat. Jalur ke rumah sakit harus segera ditempuh. Hal ini sangat krusial."

Setiap detik yang terbuang tanpa penanganan yang tepat dapat meningkatkan risiko henti jantung, yang dapat berakhir dengan kematian mendadak.

Kerokan: Pendapat Medis

Meskipun kerokan bisa memberi rasa nyaman, dr. Yislam menjelaskan bahwa praktik ini tidak mampu menyembuhkan masalah penyumbatan jantung yang ada. Rasa nyaman ini lebih merupakan ilusi yang didapatkan daripada efek medis yang sesungguhnya.

"Kerokan tidak menyelesaikan sumbatan di pembuluh darah. Ini lebih pada sugesti pribadi dan tidak memberikan solusi nyata," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kerokan bisa berisiko memicu peradangan kulit hingga infeksi, terutama ketika alat yang digunakan tidak steril. Oleh karena itu, praktik ini tidak disarankan bagi individu yang mengalami gejala serangan jantung.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Waspada Nyeri Dada: Gejala Awal Serangan Jantung Terkadang Disepelekan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!