BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 17:55 WIB

Proyeksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?

Proyeksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?Proyeksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim hujan di Indonesia, terutama di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, akan berakhir antara Februari hingga Maret 2026.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Musim kemarau diprediksi akan dimulai pada bulan April dan berlangsung hingga September 2026, dengan potensi hujan lebat yang masih mungkin terjadi di beberapa daerah.

Detail Prakiraan Musim Kemarau

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa bulan April hingga September 2026 akan didominasi oleh musim kemarau. Hujan diperkirakan akan kembali turun sekitar bulan Oktober 2026.

Walaupun musim kemarau tiba, Faisal menegaskan bahwa potensi hujan lebat hingga ekstrem masih dapat terjadi di beberapa daerah. Hal ini disebabkan oleh fenomena La Nina lemah yang masih aktif.

BMKG memperkirakan bahwa La Nina lemah akan melemah hingga Maret 2026 dan tidak akan berkembang menjadi La Nina yang kuat. Dengan demikian, kondisi iklim nasional diharapkan akan kembali normal mulai April 2026.

Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Pengaruh Fenomena Iklim

Faisal memberikan penjelasan lebih lanjut tentang la Nina lemah yang terpantau dari area Nino 3.4 di perairan Pasifik. "La Nina ini nanti akan terus melemah hingga sampai bulan Maret," jelasnya.

BMKG juga memprediksi kemungkinan terjadinya El Nino pada tahun 2026 tidak akan sebanding dengan kondisi pada periode 2023-2024. Climate Outlook 2026 menunjukkan bahwa La Nina akan bertahan hingga Maret, sebelum beralih ke fase netral.

Dengan suhu yang kembali normal, BMKG memperkirakan bahwa suhu udara nasional pada 2026 akan berada pada kisaran normal dan lebih rendah dibandingkan tahun 2024.

Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem, terutama pada puncak musim hujan antara Januari hingga Maret 2026. Pihak BMKG juga menekankan bahwa perubahan iklim jangka panjang akan tetap mempengaruhi tantangan iklim di masa depan.

Prakiraan cuaca tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan cuaca ekstrem. Dengan informasi ini, masyarakat bisa mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca yang mungkin terjadi.

Dalam menghadapi musim kemarau, masyarakat disarankan untuk memperhatikan sistem drainase di lingkungan masing-masing dan mengantisipasi potensi kekeringan di daerah rawan.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Proyeksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia: Apa yang Perlu Diketahui?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!