Persiapan Ketat Indonesia Hadapi SEA Games 2027 dan Pendanaan Atlet
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, mengadakan pertemuan dengan Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Muhammed Taufiq Johari, untuk membahas persiapan SEA Games 2027 yang akan datang. Pertemuan ini juga menyoroti pengembangan program dana pensiun atlet sebagai model bagi Indonesia.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Dengan Malaysia sebagai tuan rumah dan menargetkan posisi juara umum, kompetisi semakin ketat, namun Erick menegaskan bahwa semangat tim Indonesia tidak akan pudar. Persiapan sejak awal tahun menandakan komitmen untuk meraih prestasi maksimal.
Pada pertemuan tersebut, Erick Thohir menekankan tingkat kompetisi yang akan dihadapi dalam SEA Games 2027. Ia mengungkapkan, “Kita harus akui SEA Games 2027 akan sangat kompetitif. Tetapi hal ini tidak membuat kami ciut.”
Persiapan atlet Indonesia sudah dimulai sejak awal 2026, menunjukkan kesiapan untuk menghadapi tantangan. Erick berharap agar negara lain juga menurunkan atlet terbaik mereka untuk meningkatkan kualitas kompetisi.
“Kita harus dorong atlet terbaik yang tampil. Penonton semakin banyak, semakin viral. Kita tunjukkan kehebatan atlet Asia Tenggara pada dunia,” tambah Erick, menekankan pentingnya kualitas atlet untuk memperkuat daya saing di tingkat internasional.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Erick juga menyoroti pentingnya perlindungan masa depan atlet melalui program dana pensiun. Ia menganggap bahwa skema yang diterapkan oleh Malaysia dapat menjadi contoh bagi Indonesia.
“Bukan hanya prestasi, kita juga harus memikirkan masa depan atlet,” ujarnya, menunjuk pada pentingnya keberlanjutan karier atlet setelah masa kompetisi.
Melalui studi banding ini, Erick berharap Indonesia akan bisa menerapkan sistem serupa, memberikan jaminan finansial bagi atlet yang telah menyumbangkan prestasi mereka.
Pertemuan ini juga berfokus pada penguatan kerja sama dalam pengembangan olahraga dan karakter pemuda. Kerja sama ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kedua negara.
Erick dan Taufiq Johari sepakat untuk bertukar informasi dan strategi dalam peningkatan prestasi olahraga. Kesepakatan tersebut menjadi penting untuk menciptakan sinergi di antara pengelola olahraga di Asia Tenggara.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan prestasi tidak hanya meningkat bagi atlet saat ini, tetapi juga untuk generasi atlet yang akan datang, memberikan dampak jangka panjang bagi bidang olahraga.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: