BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 20:32 WIB

BAPETEN Tanggapi Insiden Paparan Cesium-137 di Cikande

BAPETEN Tanggapi Insiden Paparan Cesium-137 di CikandeBAPETEN Tanggapi Insiden Paparan Cesium-137 di Cikande

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengkonfirmasi paparan radioaktif Cesium-137 yang terdeteksi di kawasan industri Cikande, Banten, sebagai hasil dari pengolahan barang terkontaminasi.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan

Menurut Pelaksana Tugas Kepala BAPETEN, Zainal Arifin, langkah penanggulangan insiden ini melibatkan Satuan Tugas yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Pangan untuk meminimalisir risiko lebih lanjut.

Asal Mula Paparan Cesium-137

Zainal Arifin menjelaskan bahwa sumber paparan ini terkait dengan barang-barang yang terkontaminasi yang tiba di Indonesia melalui jalur impor.

Ia menyatakan, "Cesium di Cikande, ini akibat adanya importasi barang yang terkontaminasi. Jadi karena kontaminan barang dan dilebur di Cikande. Ini yang telah terjadi."

Insiden ini terjadi saat barang-barang tersebut diproses di kawasan industri tanpa prosedur penanganan yang seharusnya, sehingga berpotensi membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Langkah Pengembalian Barang Terkontaminasi

BAPETEN telah menyusun rencana konkret untuk memulangkan barang-barang terpapar ke negara asalnya.

Zainal menginformasikan, "Ada 24 kontainer dari Filipina yang dikembalikan ke Filipina, dan 9 kontainer dikembalikan ke Angola. Saya sebagai pimpinan BAPETEN merekomendasikan untuk pengembalian tersebut."

Tindakan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan masyarakat dan menghindari risiko lebih lanjut akibat zat radioaktif.

Dampak Terhadap Produk Ekspor

Selain penanganan limbah, BAPETEN berupaya memulihkan ekspor produk perikanan dan rempah-rempah yang terpengaruh oleh larangan impor dari pemerintah Amerika Serikat.

Zainal menjelaskan bahwa berdasarkan peringatan FDA Amerika, produk udang dan rempah-rempah tertentu dari Jawa dan Lampung harus bersertifikat bebas kontaminasi.

Pengawasan yang ketat diharapkan dapat melindungi pasar ekspor Indonesia dari masalah serupa di masa depan.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

BAPETEN Tanggapi Insiden Paparan Cesium-137 di Cikande

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!