BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 13:38 WIB

Bank Indonesia: Tantangan Penyaluran Kredit di Tengah Likuiditas Melimpah

Bank Indonesia: Tantangan Penyaluran Kredit di Tengah Likuiditas MelimpahBank Indonesia: Tantangan Penyaluran Kredit di Tengah Likuiditas Melimpah

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa meskipun likuiditas di perbankan saat ini dalam keadaan melimpah, penyaluran dana ke sektor riil mengalami hambatan.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Ia mencatat bahwa kebijakan mendukung likuiditas telah diterapkan, namun pertumbuhan kredit masih jauh dari optimal.

Kondisi Terkini Perbankan Indonesia

Destry Damayanti menambahkan bahwa sepanjang 2025, BI telah menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 125 basis points menjadi 4,75%.

Langkah ini diharapkan dapat mendukung likuiditas di perbankan, namun ternyata transmisi kepada sektor riil masih lambat.

Lebih lanjut, BI juga melaksanakan kebijakan likuiditas makroprudensial senilai Rp 338 triliun, yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan di pasar.

Dalam paparan itu, Destry menyebutkan, "landing rate kok belum turun, bank ada yang mampet," yang menggambarkan situasi sulit dalam penyaluran kredit.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Pertumbuhan Kredit yang Melambat

Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan kredit pada 2025 hanya mencapai 9,69% secara tahunan, mengalami pelambatan dibandingkan dengan pertumbuhan 10,93% pada 2024.

Namun, Destry tidak memberikan rincian mengenai penyebab pasti dari masalah ini.

Kondisi ini tetap menjadi perhatian bagi pihak pemerintah dan otoritas moneter untuk mencari solusi yang tepat dalam meningkatkan penyaluran kredit.

Langkah Strategis untuk Mengatasi Hambatan

Dalam menghadapi permasalahan ini, pemerintah bersama otoritas moneter telah membentuk tim debottlenecking.

Tim ini bertugas untuk mengatasi berbagai hambatan yang terdapat dalam sektor bisnis, dan termasuk dalam upaya percepatan program strategis pemerintah (P2SP).

Destry menegaskan, "Ini satu masukkan tim debottlenecking di keuangan. Karena bank likuiditas punya," menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Bank Indonesia: Tantangan Penyaluran Kredit di Tengah Likuiditas Melimpah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!