Prabowo Mendorong Pembangunan Profesionalisme di TNI-Polri
Presiden Prabowo Subianto mengajak pimpinan TNI dan Polri untuk meneguhkan profesionalisme dalam Rapat Pimpinan yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (9/2/2026). Dalam arahan tersebut, Prabowo menekankan perlunya kedua institusi ini bekerja sama demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa Prabowo memberikan apresiasi atas kinerja TNI-Polri selama setahun terakhir. Ia juga menyerukan agar kedua kekuatan ini menjadi garda terdepan dalam isu-isu yang menyangkut keamanan dan pelayanan publik.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh lebih dari 650 peserta, termasuk perwakilan dari TNI, Polri, serta anggota kabinet. Prabowo membahas pentingnya kedua institusi ini dalam membangun kepercayaan publik, dengan menegaskan bahwa mereka harus selalu menjadi institusi yang dicintai masyarakat.
Kinerja TNI dan Polri yang telah melaksanakan berbagai tugas di luar tanggung jawab pokok mereka, menurut Prabowo, sangat membantu masyarakat. 'Kehadiran TNI maupun Polri sangat membantu masyarakat,' ujar Prasetyo mengutip arahan presiden.
Prabowo mengajak semua pihak untuk melihat TNI dan Polri bukan hanya sebagai alat negara, tetapi sebagai mitra dalam pembangunan bangsa.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Dalam rapat tersebut, presiden menyoroti pentingnya melakukan evaluasi terhadap kinerja TNI-Polri. Evaluasi ini dilihat sebagai langkah penting untuk mencapai tingkat profesionalisme yang lebih tinggi.
'Untuk menjadi TNI yang kuat, yang profesional, itu adalah bagian dari evaluasi,' tambah Pras saat menyampaikan pesan presiden. Ia menyatakan harapan agar evaluasi ini dilakukan dengan semangat persatuan untuk kepentingan bangsa.
Dukungan antarlembaga juga menjadi fokus, untuk memastikan bahwa TNI dan Polri dapat bersatu dalam setiap misi yang mereka jalankan.
Rapat Pimpinan TNI-Polri dimulai pukul 10.00 WIB di halaman kompleks Istana Kepresidenan. Selain perwakilan TNI dan Polri, rapat ini dihadiri pula oleh anggota kabinet, termasuk Menko Polkam Djamari Chaniago dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Kehadiran para menteri menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah dan lembaga keamanan dalam menghadapi tantangan yang berkaitan dengan isu-isu keamanan nasional. Ini menjadi kunci untuk menjaga ketertiban dan stabilitas di dalam negeri.
Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara lembaga-lembaga ini untuk menjamin keamanan masyarakat dan melayani kebutuhan publik secara lebih baik.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: