Iran Menegaskan Komitmen untuk Tidak Menyerahkan Pengayaan Uranium kepada AS
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menekankan bahwa Teheran tidak akan menyerahkan pengayaan uranium dalam negosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini dilontarkan di tengah ketegangan yang meningkat antara kedua negara.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Abbas mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap niat AS dalam perundingan, menekankan bahwa pengayaan uranium merupakan bagian penting dari kedaulatan nasional Iran.
Dalam sebuah konferensi pers, Araghchi mencatat, 'Mengapa kami begitu bersikeras pada pengayaan dan menolak untuk menyerahkannya, bahkan jika perang dipaksakan kepada kami? Karena tidak ada yang berhak mendikte perilaku kami.' Ini menunjukkan keteguhan Iran dalam menghadapi tekanan luar.
Merujuk pada pengerahan militer AS di kawasan, terutama kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln, ia berargumen bahwa ancaman tersebut tidak akan mengubah keputusan Iran. 'Pengerahan militer mereka di kawasan ini tidak menakut-nakuti kami,' tuturnya.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Amerika Serikat dan Iran baru-baru ini membuka kembali jalur negosiasi setelah bertahun-tahun terhenti, dengan lokasi di Oman sebagai tempat pembicaraan. Hal ini memberikan harapan untuk kemajuan hubungan bilateral.
Abbas menyoroti bahwa pencabutan sanksi ekonomi AS terhadap Iran menjadi syarat penting bagi kelanjutan dialog. Ia mengungkapkan, hal tersebut diharapkan berlangsung sebagai imbalan atas 'serangkaian langkah membangun kepercayaan terkait program nuklir.'
Kaum Barat dan Israel menuduh Iran ingin memproduksi senjata nuklir, namun pemerintah Iran terus membantah anggapan ini. Abbas menyatakan, 'Mereka takut akan bom atom kami, padahal kami tidak sedang mencarinya.'
Ia menjelaskan bahwa kekuatan nuklir menjadi simbol perlawanan bagi Iran terhadap tekanan negara besar lainnya. 'Bom atom kami adalah kekuatan untuk mengatakan 'tidak' kepada kekuatan-kekuatan besar,' ungkapnya.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: