Gempa Berkekuatan M6,4 Mengguncang Pacitan, Warga Diminta Tenang
Pada Jumat dini hari, Pacitan, Jawa Timur, diguncang gempa berkekuatan M6,4 yang diklasifikasikan sebagai gempa megathrust oleh BMKG. Guncangan ini terasa di berbagai wilayah di Pulau Jawa, namun tidak menimbulkan potensi tsunami.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, menyatakan bahwa meskipun pergerakan gempa menunjukkan aktivitas subduksi lempeng, gempa tersebut tidak dikategorikan sebagai merusak dan tidak berpotensi menyebabkan tsunami.
Gempa terjadi sekitar pukul 01.06 WIB dengan magnitudo awal yang diperkirakan M6,2. Lokasi episenternya terletak di laut, sekitar 89 Km arah Tenggara Kota Pacitan pada kedalaman 58 km.
Daryono menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng. Ia menambahkan, 'Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).'
Getaran gempa terasa luas hingga ke daerah Bantul, Sleman, dan Pacitan dengan intensitas IV MMI. Di wilayah lain seperti Kulon Progo dan Trenggalek, getaran dirasakan dengan skala III MMI.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Beberapa daerah lainnya juga merasakan dampak guncangan ini, termasuk Wonogiri, Malang, dan Cirebon, yang memiliki intensitas III MMI. Di daerah Tuban dan Jepara, intensitas yang dirasakan hanya II MMI.
BMKG mengonfirmasi bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami melalui hasil pemodelan mereka. Daryono menambahkan, 'Hingga pukul 01.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.'
Kepastian ini memberikan rasa aman bagi masyarakat di pesisir selatan yang sering kali khawatir akan dampak tsunami setelah gempa besar.
Gempa yang terjadi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam di kawasan yang terletak di jalur lempeng tektonik. Warga diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang.
BMKG menjelaskan bahwa mereka aktif memonitor kondisi seismik dan menyarankan agar masyarakat tetap tenang. Kesadaran terhadap prosedur darurat sangat penting untuk mengurangi risiko saat bencana terjadi.
Informasi akurat dan cepat dari BMKG menjadi kunci untuk menjaga keselamatan masyarakat, serta mendorong semua pihak untuk tetap waspada, terutama saat kondisi cuaca buruk yang bisa memperburuk situasi.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: