BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 16:05 WIB

Dampak Fatal dari Tekanan Kerja Berlebihan di Korea Selatan

Dampak Fatal dari Tekanan Kerja Berlebihan di Korea SelatanDampak Fatal dari Tekanan Kerja Berlebihan di Korea Selatan

Seorang karyawan muda berusia 26 tahun ditemukan meninggal dunia setelah mengalami jam kerja yang ekstrem di sebuah toko roti di Korea Selatan, menyoroti isu serius tentang kondisi kerja di negara tersebut.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil

Kematian tersebut telah memicu perdebatan publik terkait praktik kerja berlebihan dan dampaknya terhadap kesehatan karyawan, khususnya di industri yang memiliki tempo tinggi.

Kronologi Kematian dan Reaksi Keluarga

Karyawan ini meninggal pada bulan Juli 2025 setelah 14 bulan bekerja di perusahaan tersebut, dengan catatan jam kerja yang berkisar antara 58 hingga 80 jam seminggu.

Informasi yang diungkap oleh Partai Keadilan menyebutkan, sehari sebelum kematiannya, ia bekerja hingga 21 jam tanpa henti, mulai dari pukul 9 pagi hingga pulang tepat sebelum tengah malam.

Keluarga korban, yang berduka, telah mengajukan permohonan kompensasi kecelakaan kerja, meskipun pihak pengelola menolak untuk memberikan dokumentasi resmi terkait jam kerja yang sebenarnya.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Praktik Kerja yang Berisiko Tinggi

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa karyawan tersebut mengalami kerja berlebihan yang bisa dianggap sebagai faktor utama kematiannya.

Selama 14 bulan di perusahaan, ia berpindah lokasi kerja di beberapa kota seperti Gangnam, Suwon, dan Incheon, dengan setiap kepindahan diiringi oleh kontrak baru yang menambah beban psikologis atas pekerja.

Keluarga korban melaporkan adanya ketidakcocokan antara catatan jam kerja perusahaan dengan kenyataan yang mereka klaim, yang menunjukkan ketidaktransparanan dalam praktik perusahaan.

Risiko Kesehatan dari Jam Kerja Berlebihan

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyatakan bahwa kerja berlebihan dapat meningkatkan risiko kematian akibat stroke dan penyakit jantung.

Jam kerja yang sehat seharusnya berkisar antara 35 hingga 40 jam per minggu, namun penelitian menunjukkan bahwa ketika mencapai 55 jam, risiko stroke dapat meningkat hingga 35 persen dan risiko penyakit jantung iskemik sebesar 17 persen.

'Tidak ada pekerjaan yang sepadan dengan risiko stroke atau penyakit jantung,' tegas Direktur Jenderal WHO, menyoroti bahaya dari kondisi kerja yang berisiko tinggi tersebut.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dampak Fatal dari Tekanan Kerja Berlebihan di Korea Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!