Mengatur Pola Makan Saat Puasa untuk Penderita Darah Tinggi
Puasa adalah waktu yang dinantikan oleh banyak orang, namun untuk penderita darah tinggi, sangat penting untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi agar kesehatan tetap terjaga.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Mengelola pola makan selama bulan puasa dapat membantu menjaga tekanan darah agar tetap stabil dan mencegah komplikasi serius.
Makanan yang mengandung garam tinggi, seperti keripik, kacang asin, dan makanan olahan siap saji sebaiknya dihindari. Kandungan natrium yang berlebihan dalam makanan tersebut dapat meningkatkan tekanan darah.
Konsumsi garam yang berlebihan dapat membuat tubuh menahan lebih banyak air, yang berpotensi meningkatkan volume darah di dalam pembuluh darah. Hal ini tentunya berisiko memperburuk kondisi kesehatan bagi penderita darah tinggi.
Saat berbuka puasa, alternatif yang lebih sehat seperti buah atau sayur bisa menjadi pilihan untuk menggantikan makanan asin, yang juga memberikan nutrisi penting bagi tubuh.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh, sebaiknya dibatasi oleh penderita darah tinggi. Kafein diketahui dapat meningkatkan tekanan darah, meski efek ini umumnya bersifat sementara.
Mengonsumsi minuman berkafein saat berbuka puasa dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat meningkatkan risiko kesehatan. Sebagai pengganti, air mineral atau jus alami bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
Menjaga hidrasi tubuh sangat penting setelah seharian berpuasa, sehingga penting untuk memastikan konsumsi air yang cukup di antara berbuka dan sahur.
Hindari makanan yang tinggi gula dan lemak untuk menjaga kesehatan tekanan darah. Contoh makanan ini termasuk kue, es krim, dan camilan gorengan, yang bisa meningkatkan risiko komplikasi.
Konsumsi gula dan lemak jenuh berpotensi menyebabkan peningkatan berat badan, yang merupakan faktor risiko bagi tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, untuk berbuka puasa, lebih baik pilih makanan yang kaya serat dan rendah lemak.
Bila menginginkan makanan manis, pilihlah buah segar atau olahan sehat lainnya, yang tidak hanya nikmat tetapi juga aman bagi kesehatan.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: