Lonjakan Harga Emas: Peluang atau Risiko bagi Investor?
Harga emas dunia mencatat lonjakan tajam pada Selasa, 3 Februari 2026, mencapai peningkatan sebesar 6,17% dan ditutup pada US$ 4.947,3 per troy ons.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Kenaikan ini terjadi setelah periode penurunan harga selama tiga hari berturut-turut yang mengakibatkan penurunan sekitar 14,02%.
Harga emas menunjukkan fluktuasi yang mencolok setelah mengalami penurunan berturut-turut. Kenaikan harga baru-baru ini menarik perhatian investor untuk mempertimbangkan momen pembelian saat harga dirasa lebih terjangkau.
Joni Teves, Strategist dari UBS Group AS, mengungkapkan, 'Kami rasa koreksi yang terjadi akan sehat bagi pasar dalam jangka panjang. Periode ini akan menciptakan kesempatan bagi investor untuk merancang posisi strategis dengan posisi masuk yang lebih menarik.'
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Para analis memperkirakan bahwa ruang untuk kenaikan harga emas masih terbuka lebar, dengan Deutsche Bank AS memperkirakan harga dapat mencapai US$ 6.000 per troy ons. Hal ini dipicu oleh faktor fundamental yang mendukung harga emas.
Garfield Reynolds, MLIV Asia Team Leader dari Bloomberg, mencatat, 'Koreksi harga emas selama tiga hari berturut-turut memang sulit terhindarkan. Namun secara fundamental, faktor yang bisa mengerek harga emas masih ada.'
Melalui analisis teknikal, harga emas menunjukkan kecenderungan bullish. Relative Strength Index (RSI) 14 hari tercatat sebesar 56, menandakan bahwa aset ini berada dalam fase pertumbuhan.
Walaupun ada kemungkinan untuk terus meningkat, trader perlu waspada terhadap risiko penurunan. Target pivot point di angka US$ 4.652 per troy ons merupakan level yang penting untuk diawasi agar risiko tidak meluas ke level support yang lebih rendah.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: