Mantan Karyawan Google Terjerat Hukum Setelah Mencuri Rahasia Dagang AI
Seorang mantan karyawan Google bernama Linwei 'Leon' Ding sedang menghadapi ancaman hukuman berat setelah terbukti mencuri dan membocorkan informasi rahasia terkait teknologi kecerdasan buatan ke China.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ding dinyatakan bersalah atas 14 dakwaan, termasuk spionase ekonomi dan pencurian rahasia dagang, dan dapat dijatuhi hukuman maksimal 175 tahun penjara.
Linwei 'Leon' Ding mulai bekerja di Google pada Mei 2019 dan memiliki akses ke sistem internal sensitif terkait pengembangan perangkat keras untuk kecerdasan buatan.
Pada Mei 2022, Ding menyalin lebih dari 1.000 file rahasia, termasuk informasi terkait Tensor Processing Unit dan Graphics Processing Unit, dan menyimpannya di akun Google Cloud pribadi setelah mengubah file tersebut menjadi format PDF.
Aksi pencurian ini berlangsung tanpa terdeteksi oleh sistem pengamanan ketat di Google hingga akhirnya terungkap saat Ding mengunggah data tersebut ke akun pribadi.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Setelah aktivitas mencurigakan terdeteksi, Google segera menangguhkan akses jaringan Ding dan melangsungkan investigasi internal untuk mengungkap detail lebih lanjut dari insiden tersebut.
Federal Bureau of Investigation (FBI) menjadwalkan penggeledahan pada Januari 2024 yang mengakibatkan penyitaan perangkat milik Ding untuk dianalisis lebih lanjut.
Jaksa dari U.S. Department of Justice mengungkapkan bahwa Ding berusaha menguntungkan entitas yang dikuasai Pemerintah China lewat pengembangan teknologi superkomputer AI.
Setelah melalui proses persidangan, hakim memutus Ding bersalah atas semua dakwaan dengan potensi hukuman hingga 175 tahun penjara jika dijatuhi hukuman penuh.
Kasus ini mengingatkan pada insiden serupa yang melibatkan mantan karyawan Google lain yang juga menghadapi konsekuensi serius karena pencurian rahasia dagang.
Dampak dari insiden ini bukan hanya mengenai kasus Ding saja, tetapi juga menggarisbawahi risiko kebocoran teknologi penting yang dapat merugikan industri teknologi global secara lebih luas.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: