Upaya DKI Jakarta Atasi Banjir dengan Pemasangan Pompa Stasioner di Daan Mogot
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pemasangan tiga pompa stasioner di Daan Mogot, Cengkareng, untuk menghadapi masalah banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM
Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka pendek meskipun curah hujan yang terjadi tidak signifikan.
Daan Mogot Km 13 di Cengkareng dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat genangan tertinggi di Jakarta Barat. Gubernur Pramono Anung menjelaskan bahwa lokasi ini sering terendam banjir dikarenakan posisinya yang lebih rendah dibandingkan dengan permukaan sungai Mookervart.
Kondisi geografi ini menjadikan kawasan tersebut sangat rentan terhadap genangan air, bahkan dengan curah hujan yang tidak terlalu tinggi. “Jadi diapakan saja kalau kemudian hujan, curah hujan enggak perlu sampai 200, 100 saja tempat ini pasti sudah banjir,” tambahnya.
Dampak dari banjir ini sangat signifikan, mengganggu mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat di sekitar. Oleh karena itu, penting untuk segera mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Sebagai tindak lanjut dari permasalahan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk memasang tiga pompa stasioner di lokasi strategis di KM 13, KM 13A, dan KM 13B. Gubernur Pramono menekankan bahwa pemasangan pompa ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas penanganan air yang selama ini rendah.
Pompa stasioner tersebut akan memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pompa mobile yang digunakan sebelumnya. “Kalau dulu di tempat ini hanya ada kurang lebih 1.000 liter per detik dan itupun mobile. Sekarang dengan pompa stasioner yang tetap akan ada di sini kapasitasnya menjadi tujuh kali kurang lebih 7.000 liter per detik,” ucap Pramono.
Pemasangan pompa ini diharapkan mampu memberikan solusi yang langsung terasa dan mengurangi dampak banjir di Daan Mogot, memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa gangguan yang berarti.
Gubernur berharap bahwa dengan adanya pompa stasioner, pemecahan masalah banjir di Daan Mogot dapat segera terwujud. Ini menjadi bagian dari respons cepat untuk menghadapi masalah yang telah lama mengganggu kesehatan masyarakat dan perekonomian lokal.
Rencana pemasangan pompa ini juga merupakan bagian dari langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menanggulangi banjir yang terus menerus mengganggu berbagai kegiatan di Jakarta. Pemasangan alat yang lebih canggih diharapkan bisa menjadi solusi yang lebih permanen di masa mendatang.
Melalui langkah ini, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan komitmen serius dalam menangani masalah infrastruktur dan pelayanan publik yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: