Tanggapan Cepat Terhadap Banjir Jakarta: 39 RT Masih Terendam dengan Ketinggian Tercatat 3,5 Meter
Banjir yang melanda Jakarta belum menunjukkan tanda-tanda surut, dengan 39 RT dan tiga ruas jalan masih terendam air hingga pagi ini.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Ketinggian banjir mencapai 3,5 meter di beberapa titik, khususnya di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, menuntut perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.
Data dari BPBD DKI Jakarta menunjukkan bahwa Jakarta Barat mengalami genangan di 8 RT dengan ketinggian air antara 20 hingga 30 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Mookervaart.
Sementara itu, Jakarta Selatan mencatat 8 RT terendam dengan ketinggian antara 150 hingga 350 cm, di mana luapan Kali Ciliwung memperburuk keadaan.
Jakarta Timur mencatat jumlah RT terendam tertinggi, dengan 21 RT terdampak dan ketinggian air yang bervariasi antara 50 hingga 350 cm. Hal ini menegaskan pentingnya pengelolaan sungai yang lebih efektif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
BPBD DKI Jakarta telah menerjunkan personel untuk memantau kondisi genangan di semua wilayah terdampak. Penyedotan air dilakukan secara berkesinambungan untuk mempercepat proses surutnya banjir.
Selain itu, BPBD juga memastikan sistem drainase berfungsi optimal sebagai langkah pencegahan terhadap dampak hujan yang berkepanjangan. Upaya ini diharapkan dapat mereduksi risiko lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air lebih lanjut. Dalam keadaan darurat, BPBD telah menyiapkan layanan darurat yang dapat dihubungi melalui nomor telepon 112 yang tersedia 24 jam.
Masyarakat yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat banjir telah diarahkan ke lokasi pengungsian. Beberapa titik pengungsian terletak di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
Di Kelurahan Kedaung Kali Angke, sejumlah 14 jiwa telah mendapatkan tempat tinggal sementara. Jakarta Pusat juga membuka pengungsian di Karet Tengsin yang saat ini menampung sekitar 50 jiwa.
Selain itu, di Jakarta Timur, tempat seperti SDN Kampung Melayu dan Musholla Al Islah telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian, total jumlah jiwa yang terdampak diperkirakan lebih dari 200.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: