Mengenal Mekanisme Otak dalam Membentuk Kebiasaan Sehari-hari
Kebiasaan sehari-hari dipengaruhi oleh mekanisme kerja otak yang kompleks. Dengan memahami cara otak berfungsi, kita dapat lebih mudah melakukan perubahan positif dalam kehidupan.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Proses pembentukan kebiasaan melibatkan penciptaan sinyal dan rutinitas yang berulang, yang jika dilakukan secara konsisten membuat kebiasaan tersebut terasa otomatis.
Pembentukan kebiasaan dimulai dengan munculnya sinyal di otak yang bisa berasal dari berbagai faktor seperti waktu, lokasi, atau emosi. Ketika sinyal tersebut muncul, otak mengaktifkan rutinitas yang sudah ada sebelumnya, sehingga menjadikan tindakan tersebut otomatis.
Setiap kali rutinitas dilakukan dan memberikan hasil yang diharapkan, otak akan memperkuat koneksi antara sinyal dan rutinitas tersebut. Akibatnya, terjadi pembentukan jalur yang lebih kuat dalam sistem saraf.
Hal ini menjelaskan mengapa kita sering tanpa sadar mengulangi tindakan yang sama dalam situasi serupa.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Pengulangan berperan penting dalam pembentukan kebiasaan. Semakin sering sebuah kebiasaan dilakukan, semakin kuat hubungan antara sinyal dan rutinitas yang terbentuk di dalam otak.
Menurut penelitian, dibutuhkan waktu rata-rata 66 hari untuk membentuk kebiasaan baru. Ini menunjukkan pentingnya konsistensi dalam proses pengulangan untuk membuat kebiasaan menjadi otomatis.
Saat rutinitas sudah berjalan secara konsisten, otak akan mulai menganggapnya sebagai sesuatu yang alami, sehingga kita dapat melakukannya dengan lebih nyaman.
Untuk mengubah kebiasaan buruk, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali sinyal yang memicu rutinitas tersebut. Mengidentifikasi situasi atau emosi yang berperan sebagai pemicu sangat krusial dalam proses perubahan.
Setelah sinyal dikenali, kita bisa mengganti rutinitas buruk dengan yang lebih positif. Misalnya, jika merasa stres dan cenderung ngemil junk food, kita bisa beralih ke camilan yang lebih sehat.
Kunci utama dalam mengubah kebiasaan adalah memberi diri kita waktu dan bersikap bijaksana. Proses perubahan tidak bisa dipaksakan, karena setiap perubahan yang signifikan membutuhkan usaha dan konsistensi.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: