Upaya Meningkatkan Ketahanan Energi Nasional Hingga Tiga Bulan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dari 21 hari menjadi tiga bulan.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Pernyataan ini disampaikan setelah pelantikan anggota Dewan Energi Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Bahlil Lahadalia menegaskan adanya empat fokus utama dalam sektor energi yang sangat penting untuk diperkuat. Pertama, adalah mewujudkan kedaulatan energi tanpa intervensi pihak luar.
Fokus kedua adalah memperkuat ketahanan energi domestik melalui pembangunan fasilitas penyimpanan yang memadai. Menurutnya, ketahanan energi saat ini hanya mencakup 21 hari dan diharapkan bisa meningkat hingga tiga bulan.
Ketiga, memastikan kemandirian energi menjadi misi penting, mengingat Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan bakar minyak. Sekitar 30 juta kiloliter BBM, baik solar maupun bensin, masih harus diimpor.
Fokus terakhir adalah menciptakan swasembada energi secara bertahap demi mencapai ketahanan dan kemandirian yang lebih baik.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Pada 28 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik delapan anggota Dewan Energi Nasional untuk periode 2026-2030. Pelantikan ini berlangsung di Istana Negara dan melibatkan beragam pemangku kepentingan di sektor energi.
Penunjukan ini berlandaskan Keputusan Presiden mengenai pengangkatan anggota DEN yang mencakup keputusan dari berbagai unsur. Bahlil Lahadalia diangkat sebagai Ketua Harian DEN dan akan bersama anggota lainnya, termasuk Menteri Keuangan.
Dengan terbentuknya DEN yang baru, diharapkan akan ada sinergi dalam merumuskan kebijakan strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Keberadaan DEN juga dimaksudkan untuk meningkatkan respons terhadap tantangan yang ada di sektor energetik.
Keberagaman anggota dalam DEN mencerminkan berbagai kepentingan di sektor energi. Beberapa nama kunci dalam keanggotaan termasuk Johni Jonatan Numberi dan Mohammad Fadhil Hasan dari unsur akademisi.
Komposisi ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang lebih efektif dan responsif. Bahlil Lahadalia dan anggota lainnya memiliki tanggung jawab penting dalam merancang kebijakan yang berkesinambungan.
Diharapkan, keberagaman yang ada dalam anggota DEN dapat mendorong implementasi kebijakan ketahanan energi yang lebih optimal dan terarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: