BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 28 JANUARI 2026 • 14:43 WIB

Persiapan Pemprov DKI Jakarta Hadapi Cuaca Ekstrem Melalui Perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca

Persiapan Pemprov DKI Jakarta Hadapi Cuaca Ekstrem Melalui Perpanjangan Operasi Modifikasi CuacaPersiapan Pemprov DKI Jakarta Hadapi Cuaca Ekstrem Melalui Perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan potensi perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menyusul prediksi cuaca ekstrem oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini menyusul informasi bahwa cuaca buruk diprediksi akan berlanjut hingga awal Februari mendatang.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji

Pramono menekankan bahwa pemantauan terus menerus terhadap kondisi cuaca akan dilakukan sebelum keputusan lebih lanjut terkait OMC diambil. Anggaran yang diperlukan untuk operasi ini juga telah disiapkan, memastikan kesiapan Pemprov DKI Jakarta menghadapi kondisi yang mungkin terjadi.

Prediksi Cuaca dari BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan bahwa cuaca ekstrem di DKI Jakarta akan berlangsung hingga 1 Februari. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan yang tinggi bisa mengancam keselamatan dan infrastruktur di wilayah ini.

Pramono Anung mengonfirmasi informasi tersebut dengan menyatakan, "Hasil BMKG memang ada kemungkinan sampai tanggal 1 Februari cuacanya masih perlu dilakukan OMC." Hal ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi oleh pemerintah daerah.

Selanjutnya, ia menekankan bahwa anggaran untuk OMC sudah dialokasikan. Dengan demikian, jika kondisi cuaca mengharuskan, Pemprov DKI Jakarta akan siap untuk melanjutkan operasi modifikasi cuaca.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Tujuan Operasi Modifikasi Cuaca

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) merupakan langkah strategis untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan oleh hujan lebat, seperti banjir besar. Pramono Anung menegaskan, "Yang paling penting jangan sampai curah hujan tinggi ini kembali menimbulkan banjir yang besar."

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di Jakarta, yang dikenal sebagai daerah metropolitan dengan risiko tinggi terhadap bencana ini. Kegiatan OMC diharapkan dapat mengurangi dampak kerugian yang mungkin timbul bagi masyarakat.

Sebagai catatan, banjir yang terjadi sebelumnya telah menimbulkan kerugian signifikan, baik dari segi ekonomi maupun sosial. Oleh karenanya, tindakan preventif dianggap sangat penting untuk melindungi infrastruktur dan keselamatan masyarakat.

Kolaborasi dengan Wilayah Sekitar

Pemprov DKI Jakarta juga menjalin kerja sama dengan daerah-daerah sekitar untuk mencegah risiko banjir akibat hujan kiriman. Pramono menyatakan, "Kami juga melakukan di wilayah perbatasan, karena curah hujan tinggi juga berpotensi terjadi di Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, dan Bekasi."

Upaya kolaboratif ini bertujuan memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil di Jakarta tidak menjadi sia-sia. Mengingat penanganan banjir memerlukan kerjasama lintas daerah untuk mencapai hasil yang optimal.

Penting bagi berbagai wilayah yang berpotensi terdampak untuk saling mendukung dalam mengelola dan mencegah bencana. Dengan pendekatan ini, diharapkan risiko banjir dapat diminimalisir secara komprehensif.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Persiapan Pemprov DKI Jakarta Hadapi Cuaca Ekstrem Melalui Perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!