Rombakan Pimpinan Bea Cukai: Langkah Strategis Menkeu untuk Stabilitas Pendapatan Negara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana merombak jajaran pimpinan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Langkah ini bertujuan untuk mengatasi kebocoran penerimaan negara yang selama ini menjadi persoalan serius.
Merombaknya jajaran pejabat DJBC dijadwalkan dimulai besok dan mencakup setidaknya lima posisi kunci di pelabuhan besar.
Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, "Langkah ini diambil untuk menanggulangi kebocoran penerimaan negara yang selama ini terjadi."
Pentingnya stabilitas penerimaan negara menjadi sorotan utama pemerintah dalam rangka mendukung anggaran belanja negara di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Proses penggantian pejabat ini akan dilakukan dengan seleksi ketat, di mana pejabat pengganti tidak akan diambil dari luar DJBC.
Purbaya menegaskan bahwa pengganti akan diambil dari pegawai internal yang lebih muda atau melalui pertukaran jabatan, untuk memastikan mereka memiliki pemahaman operasional yang baik.
"Hal ini dimaksudkan untuk memastikan pegawai baru tersebut memiliki pemahaman operasional yang baik tentang fungsi bea cukai," katanya.
Purbaya percaya bahwa pegawai DJBC memiliki potensi yang baik untuk mendorong reformasi dan optimalisasi penerimaan negara.
Namun, ia menyadari bahwa diperlukan 'shock therapy' untuk menumbuhkan semangat profesionalisme dan meningkatkan kinerja pegawai.
"Diperlukan 'shock therapy' untuk menumbuhkan semangat profesionalisme dan kinerja yang lebih tinggi di antara pegawai DJBC," ungkapnya.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: