Purbaya Yudhi Sadewa Tanggapi Ancaman Korupsi dengan Tegas dan Berintegritas
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyanggah ancaman dari mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Imanuel Ebenezer, yang dikenal sebagai Noel, terkait kemungkinan dirinya akan 'di-Noel-kan'. Ia menegaskan bahwa integritasnya sebagai Bendahara Negara tidak akan tergoyahkan oleh klaim tersebut.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Dalam klarifikasinya, Purbaya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam praktik korupsi, berbeda dengan Noel yang kini berstatus tersangka dalam kasus pemerasan. 'Noel kan terima duit, gue mah enggak terima duit,' ujarnya, menegaskan posisinya yang bersih dari segala bentuk pelanggaran hukum.
Dalam konfirmasi yang disampaikan di Jakarta, Purbaya mengekspresikan kebingungan atas klaim yang dibuat oleh Noel. Ia menegaskan bahwa gajinya sebagai Bendahara Negara sudah memadai, berkomitmen untuk menolak segala bentuk korupsi.
'Gaji gue gede di sini, cukup. Jadi saya nggak tahu kenapa Pak Noel ngomong seperti itu,' ungkapnya, menunjukkan bahwa ia tak tergoda oleh praktik ilegal.
Lebih jauh, Purbaya menggambarkan kemungkinan dirinya terjebak dalam korupsi sebagai hal yang hampir tidak mungkin. 'Mungkin kalau ada yang jebak, taruh uang tiba-tiba di mobil saya, itu mungkin terjadi,' ujarnya, yang mencerminkan komitmennya untuk tetap bersih dari tekanan dan godaan ilegal.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Sebelumnya, Noel mengklaim bahwa Purbaya akan 'di-Noel-kan', sebuah pernyataan yang diungkapkan sebelum sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. 'Pesan nih buat Pak Purbaya, nih. Hati-hati, Pak Purbaya,' katanya, memperingatkan akan kemungkinan ancaman yang dihadapi.
Noel juga mengaitkan tindakan Purbaya yang tegas terhadap praktik korupsi dengan gangguan dalam 'pesta' pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis gelap. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai pernyataannya tersebut.
Ia menambahkan bahwa aksi Purbaya dalam menindak mafia baju bekas ilegal telah memicu reaksi dari pelaku yang merasa dirugikan. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya perjuangan melawan korupsi dalam konteks saat ini.
Menanggapi tantangan tersebut, Purbaya menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan transparan dan aman. 'Begitu kita terima uang, saya terima uang, saya akan amat riskan posisinya,' jelasnya, menyiratkan bahwa integritas dan kewajiban harus diutamakan.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab utamanya adalah kepada presiden dan bukan kepada pihak lain. 'Saya hanya bertanggung jawab kepada presiden, yang lain saya nggak peduli,' ungkapnya, yang menunjukkan fokusnya pada tugas sebagai pemimpin fiskal.
Dengan demikian, Purbaya menggarisbawahi pentingnya menjaga independensi dan kebersihan dari praktik korupsi sebagai langkah penting dalam menjalankan amanahnya.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: