Kapolri Tegaskan Posisi Polri Harus Di Bawah Presiden dalam Rapat dengan DPR
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa ia pernah ditawari jabatan menteri kepolisian dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR pada Senin (26/1). Namun, ia menegaskan bahwa posisi Polri harus berada di bawah Presiden, yang dinilainya sebagai 'harga mati' bagi institusi kepolisian.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan ini muncul di tengah wacana mengenai perubahan struktur Polri yang mengusulkan agar lembaga ini berada di bawah kementerian. Listyo menegaskan bahwa ia akan memperjuangkan posisi Polri agar tetap independen dan tidak terafiliasi dengan kementerian manapun.
Wacana mengenai pengubahan posisi Polri untuk berada di bawah kementerian mencuat dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR. Dalam sesi tersebut, Listyo menyatakan bahwa kritik dan saran terkait perubahan ini telah diterima dari berbagai pihak.
Ia mengungkapkan menerima tawaran tersebut melalui pesan singkat, tanpa menyebutkan identitas pengirim. Listyo juga menekankan bahwa diskusi mengenai posisi Polri tidak boleh diabaikan.
Kapolri menjelaskan bahwa perubahan struktur tersebut tidak sejalan dengan tugas dan tanggung jawab Polri yang telah ditetapkan. Ia berkomitmen untuk mempertahankan posisi institusi ini agar tetap independen.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Dalam pertemuan yang sama, Listyo dengan tegas menyatakan bahwa misi untuk menjaga posisi Polri di bawah Presiden adalah 'harga mati'. Ia memberikan instruksi kepada semua jajaran untuk mengutamakan posisi tersebut.
Listyo bahkan menyatakan, ia lebih memilih untuk mundur dari jabatannya sebagai Kapolri daripada menyetujui perubahan struktur yang diusulkan. “Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak-bapak, ibu-ibu sekalian dan seluruh jajaran, bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian,” ujarnya.
Sikapnya yang kukuh ini telah menciptakan resonansi di kalangan anggota DPR yang hadir, yang melihat komitmennya terhadap institusi Polri.
Listyo juga membuat pernyataan yang mencolok dengan memperbandingkan jabatan Kapolri dengan kehidupan sederhana. Ia menyatakan bahwa jika posisinya harus diubah menjadi menteri kepolisian, ia lebih baik menjadi petani.
Hal ini mencerminkan tekad Listyo untuk mempertahankan integritas dan independensi Polri. “Dan kalaupun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” tambahnya.
Pernyataan ini mendapat simpati dari anggota DPR yang hadir, menunjukkan betapa seriusnya Listyo dalam melaksanakan tugas melindungi dan melayani masyarakat.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: