Kejadian Longsor di Cisarua: Analisis Komprehensif dari Badan Geologi
Badan Geologi Indonesia menjelaskan bahwa longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat, bukan sekadar bencana hidrometeorologi, melainkan akibat dari kondisi geologi yang kompleks dan jenuh air tanah.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa struktur geologi yang rapuh berperan dalam kegagalan lereng yang mengancam pemukiman di wilayah tersebut.
Lana Saria menyebutkan bahwa lokasi longsor berada di koordinat LS 6,796861° dan BT 107,539694°, terletak di atas satuan batuan Formasi Endapan Gunungapi Tua Tidak Terpisahkan (QVu).
Batuan tersebut terdiri dari breksi vulkanik, tuf, lava andesit-basalt, serta material piroklastik yang mengalami proses pelapukan ekstrem.
Proses pelapukan ini secara signifikan menurunkan kekuatan geser tanah, meningkatkan kerentanan terhadap longsor.
Adanya struktur geologi seperti sesar berarah barat laut-tenggara juga memperburuk kondisi, menciptakan jalur bagi air hujan untuk masuk ke tanah.
Salah satu faktor utama dalam terjadinya longsor adalah curah hujan yang tinggi, yang mendorong infiltrasi air ke dalam tanah.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Peningkatan tekanan air pori akibat air hujan mengurangi kohesi tanah, sehingga elevasi tekanan ini dapat mengakibatkan pergerakan massa tanah dan batuan.
Dengan tekanan yang melebihi batas toleransi, longsoran ini berpotensi meliputi area yang sangat luas dan memberikan dampak kerusakan yang signifikan.
Hal ini menjelaskan mengapa peristiwa ini membawa dampak yang besar terhadap lingkungan sekitarnya.
Oleh karena risiko longsor susulan yang tinggi, tim teknis merekomendasikan agar warga setempat segera mengungsi ke zona aman.
Kondisi tanah yang terganggu memerlukan langkah-langkah mitigasi yang cepat dan efisien untuk mencegah bencana lanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: