BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 26 JANUARI 2026 • 11:50 WIB

Peningkatan Kasus Virus Nipah di Thailand: Tanda Bahaya bagi Indonesia?

Peningkatan Kasus Virus Nipah di Thailand: Tanda Bahaya bagi Indonesia?Peningkatan Kasus Virus Nipah di Thailand: Tanda Bahaya bagi Indonesia?

Thailand telah diumumkan dalam status risiko tinggi setelah terjadi lonjakan kasus virus Nipah yang ditularkan oleh kelelawar buah.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Virus ini mulai menyebar ke berbagai negara di Asia Tenggara, menimbulkan perhatian serius terkait kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Sejarah dan Penularan Virus Nipah

Virus Nipah pertama kali terdeteksi pada tahun 1998 dan 1999, dengan wabah terbesar terjadi di Malaysia dan Singapura yang menyulitkan sistem kesehatan dengan total 265 kasus.

Sebanyak 108 dari kasus tersebut berakhir fatal, menunjukkan tingkat mortilitas yang tinggi dan potensi risiko yang serius bagi layanan kesehatan di daerah terdampak.

Ahli virologi Yong Poovorawan dari Universitas Chulalongkorn menjelaskan bahwa kelelawar buah berperan penting sebagai pembawa virus ini dan bisa menularkannya melalui kontak dengan hewan, seperti babi.

Selain itu, laporan menunjukkan bahwa manusia dapat tertular virus ini melalui konsumsi buah yang terkontaminasi, meningkatkan risiko bagi masyarakat yang mengandalkan pertanian.

Gejala dan Cara Penularan Virus

Gejala awal dari infeksi virus Nipah mirip dengan infeksi virus lainnya, dengan demam tinggi dan ensefalitis menjadi tanda yang paling umum.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa gejala dapat berkembang menjadi pneumonia yang lebih parah, membahayakan kesehatan individu yang terinfeksi.

Penularan virus ini terjadi lewat kontak langsung dengan cairan tubuh individu yang terkonfirmasi positif, meskipun calon penularan antar manusia dianggap lebih rendah dibanding virus pernapasan lainnya.

Seperti yang dinyatakan oleh Prof. Yong, 'Tetapi kemungkinannya tidak besar, tidak seperti penyakit pernapasan seperti influenza dan Covid-19, yang menyebar luas.'

Dampak pada Kesehatan Masyarakat dan Ekonomi

Meskipun saat ini risiko wabah dianggap rendah, potensi dampak terhadap kesehatan masyarakat dan ekonomi tetap menjadi perhatian yang signifikan.

Prof. Yong mengingatkan, 'Meskipun risiko wabah saat ini rendah, wabah yang sebenarnya dapat berdampak serius pada kesehatan masyarakat dan ekonomi.'

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peningkatan Kasus Virus Nipah di Thailand: Tanda Bahaya bagi Indonesia?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!