Kawasan Cisarua Terancam: Gubernur Jabar Ambil Langkah Relokasi Warga Terdampak Longsor
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan langkah strategis untuk merelokasi warga yang terkena dampak longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Keputusan ini menyusul peninjauan lokasi kejadian yang terjadi pada akhir Januari 2026.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Longsor yang melanda Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, telah merusak sejumlah rumah berdampak pada hilangnya nyawa. Gubernur memperingatkan bahwa kawasan ini memiliki risiko tinggi terhadap longsor di masa depan.
Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa wilayah di sekitar titik longsor merupakan kawasan pertanian sayuran yang terletak di perbukitan. Kondisi ini dianggap sangat berisiko, khususnya selama musim hujan, yang memerlukan tindakan relokasi warga.
Ia menyatakan, "Daerah di sini dihutankan dan warganya direlokasi karena potensi longsor tinggi," yang mencerminkan keseriusannya dalam menangani situasi ini demi melindungi warga dari bencana lebih lanjut.
Dedi Mulyadi juga menegaskan pentingnya memulihkan kawasan tersebut menjadi area hutan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko longsor di masa mendatang dan melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Sebagai langkah awal, warga yang selamat dari bencana diarahkan untuk mengontrak rumah selama periode dua bulan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyediakan bantuan sebesar Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya sewa rumah dan kebutuhan sehari-hari.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban finansial bagi keluarga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Gubernur menginformasikan bahwa keluarga korban yang kehilangan nyawa akibat longsor akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta per kepala keluarga.
Pengalokasian bantuan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana serta berupaya menyuplai kebutuhan mendesak.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya melakukan pencarian korban yang diperkirakan masih tertimbun oleh material longsor. Tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian di lokasi bencana.
Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan, "Seluruh unsur dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi di tengah medan yang sulit." Hal ini menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam menangani situasi darurat demi keselamatan warganya.
Selain pencarian korban, pemerintah daerah juga melaksanakan pemulihan dan penataan lingkungan di seputar lokasi longsor sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: