Lebam di Tangan Kiri Donald Trump: Dari Benturan Hingga Aspirin Dosis Tinggi
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi kemunculan lebam di tangan kirinya setelah kembali dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Ia menjelaskan bahwa bentuk lebam tersebut diakibatkan oleh benturan saat acara penandatanganan dokumen.
Dalam wawancaranya, Trump menjelaskan bahwa konsumsi aspirin dosis tinggi yang rutin dilakukannya berkontribusi pada kondisi tersebut.
Ia menyatakan, "Saya minum aspirin dosis besar (the big aspirin)," menjelaskan mengapa lebam tersebut terlihat lebih jelas.
Sementara itu, dia juga mengungkapkan bahwa meskipun dokter telah menegaskan bahwa ia dalam kondisi sehat, ia memilih untuk terus mengonsumsi aspirin dalam jumlah lebih besar.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Trump mengungkapkan bahwa ia mengonsumsi 325 miligram aspirin sehari, yang jauh lebih tinggi daripada dosis umum yang direkomendasikan sekitar 81 miligram untuk pencegahan serangan jantung.
Dr. Sean Barbabella, dokter kepresidenan, menegaskan bahwa kesehatan Trump sangat baik, namun sang Presiden tetap melanjutkan kebiasaannya, dengan alasan, "Saya tidak mau ambil risiko."
Keputusan Trump untuk tidak mengikuti rekomendasi medis ini menimbulkan perhatian lebih mengenai kebiasaan kesehatannya.
Keberadaan lebam di tangan Trump bukanlah fenomena baru. Ia sebelumnya terlihat menggunakan makeup tebal dan perban untuk menutupi luka di tangan kanan.
Kemunculan lebam baru ini memicu spekulasi terkait kesehatan presiden di kalangan masyarakat.
Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa tidak ada kondisi medis serius terkait dengan lebam tersebut dan menegaskan bahwa penyebabnya hanya benturan fisik saat di Davos.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: