Dampak Cuaca Ekstrem Terhadap Kejadian Bencana di Indonesia pada Januari 2026
Pada 21-22 Januari 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa cuaca ekstrem menjadi faktor utama dalam peningkatan kejadian bencana di berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Fenomena hujan deras dan angin kencang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta tanah longsor di sejumlah provinsi, mengganggu kehidupan masyarakat setempat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanana BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi BNPB, provinsi yang terdampak meliputi Banten, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Dampak cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan yang signifikan pada rumah warga serta menghentikan aktivitas masyarakat. "Hujan dengan intensitas deras yang disertai angin kencang memicu kejadian tanah longsor, kerusakan bangunan, serta tumbangnya pohon di beberapa daerah," ungkap Abdul Muhari.
Sebagian wilayah yang terkena dampak masih dalam status siaga darurat, yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Banten merupakan salah satu provinsi yang sudah ditetapkan dalam status darurat bencana, setelah sembilan kecamatan dilanda tanah longsor.
Gubernur melalui Nomor 684/2025 mengeluarkan keputusan tentang Penetapan Status Siaga Darurat yang berlaku hingga 19 Maret 2026.
Pusdalops BNPB juga mencatat bahwa sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 64 jiwa terkena dampak. Kerugian materi selanjutnya terdiri dari satu rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, serta 13 rumah rusak ringan.
BNPB memastikan untuk terus melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan darurat dilakukan secara tepat dan efisien.
Selain dari penanganan darurat, BNPB juga menekankan perlunya pemerintah daerah untuk mengimplementasikan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana susulan.
Abdul Muhari juga mengingatkan, "Masyarakat di wilayah rawan diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: