BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 22 JANUARI 2026 • 14:11 WIB

Protes Pedagang Daging di Jakarta: Mogok Tiga Hari Akibat Kenaikan Harga Sapi

Protes Pedagang Daging di Jakarta: Mogok Tiga Hari Akibat Kenaikan Harga SapiProtes Pedagang Daging di Jakarta: Mogok Tiga Hari Akibat Kenaikan Harga Sapi

Pedagang daging di Jakarta melakukan aksi mogok untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap lonjakan harga sapi hidup, yang berdampak langsung pada harga daging. Aksi mogok ini dimulai pada 22 Januari dan direncanakan berlangsung hingga 24 Januari 2026, melibatkan berbagai pasar tradisional dan Rumah Potong Hewan di sekitaran Jabodetabek.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Meskipun terdapat seruan mogok dari Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginformasikan bahwa tidak semua pedagang mengikuti keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa banyak dari mereka tetap melanjutkan aktivitas berjualan.

Latar Belakang Aksi Mogok

Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta mengumumkan aksi mogok selama tiga hari untuk menanggapi isu harga daging sapi yang kian meningkat. Berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan, mogok dimulai pada Kamis, 22 Januari 2026, sebagai respons terhadap lonjakan harga sapi hidup di tingkat feedloter.

Mogok ini diharapkan dapat memperjelas adanya masalah harga yang dihadapi para pedagang. Para pedagang merasa belum mendapatkan kepastian dari pemerintah tentang stabilitas harga daging, yang berpotensi mengurangi margin keuntungan mereka, mengingat daya beli masyarakat yang semakin menurun.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Tanggapan Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan tanggapan terkait ancaman mogok yang diumumkan oleh APDI. Dalam pernyataannya, Pramono menyebutkan bahwa ia telah memantau kondisi di lapangan dan mencatat bahwa banyak pedagang tetap melanjutkan aktivitas penjualannya.

"Yang pertama, saya membaca berita itu dan saya sudah mengecek di lapangan. Memang ada keinginan, tetapi saya yakin tetap berjualan di Jakarta," ungkap Pramono. Selain itu, ia menekankan bahwa keputusan untuk mogok adalah keputusan individual dan tidak sepenuhnya ditentukan oleh asosiasi.

Dampak Mogok terhadap Pasokan Daging

Mogok ini diprediksi dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap kestabilan pasokan daging di pasar. Jika aksi ini berlangsung sesuai rencana selama tiga hari, terdapat kemungkinan terjadinya kelangkaan daging sapi yang dapat memengaruhi konsumen secara langsung.

Kenaikan harga daging sapi yang berkelanjutan di tengah melemahnya daya beli masyarakat dapat menimbulkan ketidakpuasan masyarakat yang lebih luas. Pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan harga agar kesejahteraan pelaku usaha dan konsumen tetap terjaga.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Protes Pedagang Daging di Jakarta: Mogok Tiga Hari Akibat Kenaikan Harga Sapi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!