Krisis Kepercayaan: Upaya Pemakzulan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr kini berada di tengah upaya pemakzulan yang diajukan oleh sejumlah kelompok masyarakat sipil. Tuduhan yang dilayangkan terkait dugaan penipuan miliaran dolar Amerika pada proyek pengendalian banjir yang dipandang fiktif.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Kemarahan publik semakin meluas akibat kegagalan proyek-proyek tersebut, terutama setelah banjir melanda banyak daerah, yang dipicu oleh topan-topan besar. Upaya pemakzulan ini memperoleh dukungan dari blok Makabayan, sebuah koalisi partai sayap kiri.
Upaya pemakzulan terhadap Presiden Marcos Jr didasari oleh tuduhan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. Proyek pengendalian banjir yang semula dimasukkan dalam anggaran nasional diduga hanya menjadi sarana untuk mengalihkan dana kepada para sekutunya.
Sesuai dengan Konstitusi Filipina, setiap warga negara berhak mengajukan aduan pemakzulan, asalkan disetujui oleh beberapa anggota Kongres. Salinan dari aduan ini telah diserahkan kepada Kantor Sekretaris Jenderal DPR Filipina pada 22 Januari 2026.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dokumen pemakzulan mengindikasikan bahwa Marcos Jr terlibat dalam penyalahgunaan dana untuk proyek pengendalian banjir yang nilainya lebih dari 545,6 miliar Peso Filipina. Dugaan ini menyebutkan bahwa dana tersebut dialihkan kepada kroni dan kontraktor tertentu, mengakibatkan kas negara terancam demi ambisi politik mendatang.
Lebih lanjut, tuduhan juga menyatakan bahwa Presiden secara langsung meminta suap, meskipun hal ini masih berdasarkan dugaan yang belum terbukti. Seorang mantan anggota Kongres yang mengemukakan tuduhan ini kini dilaporkan telah kabur ke luar negeri.
Reaksi pemerintah dalam menangani situasi ini mulai mendapat sorotan tajam, dengan beberapa tokoh publik menilai bahwa pembentukan komite untuk menyelidiki kasus ini hanya merupakan langkah untuk meredakan kritik. Liza Maza, salah satu pelapor, menyatakan bahwa penyelidikan yang diprakarsai Marcos Jr dianggap sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari kesalahannya.
Walaupun pemakzulan tengah diupayakan, sejumlah analis politik skeptis mengenai kelangsungan proses ini di Kongres yang didominasi oleh para sekutu Marcos Jr. Dennis Coronacion, Ketua Fakultas Ilmu Politik di Universitas Santo Tomas, meramalkan bahwa langkah pemakzulan ini akan menghadapi berbagai tantangan di dalam politik.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: