Penyelidikan Langkah Kaki Ko-Pilot ATR: Data Ternyata dari Masa Lalu
Hasil investigasi oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi'i mengungkap bahwa rekaman langkah kaki ko-pilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, ternyata berasal dari beberapa bulan lalu. Hal ini memberikan klarifikasi bahwa aktivitas tersebut bukan setelah insiden jatuhnya pesawat di Maros, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Syafi'i menambahkan bahwa informasi ini didapatkan melalui kolaborasi dengan Polda Sulawesi Selatan dan disampaikan kepada keluarga Farhan untuk menjaga keterbukaan proses pencarian.
Marsekal Madya TNI M Syafi'i, saat konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, mengonfirmasi bahwa langkah kaki yang terekam pada smartwatch Farhan adalah data lama dari beberapa bulan sebelumnya. Data tersebut mencerminkan aktivitas Farhan ketika berada di Yogyakarta, jauh sebelum kecelakaan pesawat.
Syafi'i menyatakan bahwa investigasi ini dilakukan dengan adanya dukungan dari Polda Sulawesi Selatan. Tim Basarnas beserta pihak kepolisian telah berupaya mengonfirmasi informasi ini dan menjelaskan situasi kepada keluarga Farhan untuk memastikan mereka memahami kondisi yang aktual.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Pitri Keandedes Hasibuan, yang merupakan kakak pacar Farhan, memberikan keterangan mengenai peningkatan data langkah kaki yang terpantau. Ia menjelaskan bahwa meskipun pencarian telah memasuki hari ketiga, data dari ponsel Farhan menunjukkan aktivitas langkah kaki yang terus bertambah.
Pernyataan tersebut mendorong keluarga untuk mendesak agar operasi pencarian diperluas dengan melibatkan lebih banyak tim SAR. ''Intinya pergerakan langkah kakinya itu makin lama makin bertambah dan ini hari ketiganya di hutan,'' ungkapnya, menunjukkan keprihatinan dan harapan keluarga.
Basarnas telah mengerahkan sejumlah pesawat, termasuk pesawat Boeing dan helikopter, untuk membantu pencarian Farhan. M Syafi'i menyatakan harapan bahwa cuaca akan mendukung, sehingga operasional pencarian dapat berjalan dengan optimal.
Syafi'i juga meminta masyarakat untuk memberikan doa agar semua proses pencarian dapat berlangsung dengan lancar. Hal ini mencerminkan komitmen Basarnas dalam melaksanakan tugas pencarian dan penyelamatan dengan dedikasi tinggi.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: