BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 19 JANUARI 2026 • 13:30 WIB

Tantangan Super Flu: Mengapa Sistem Imun Tidak Selalu Cukup Kuat?

Tantangan Super Flu: Mengapa Sistem Imun Tidak Selalu Cukup Kuat?Tantangan Super Flu: Mengapa Sistem Imun Tidak Selalu Cukup Kuat?

Super flu, terutama yang disebabkan oleh virus H3N2, menunjukkan kemampuan untuk menghindari antibodi dari infeksi sebelumnya, sehingga membuatnya lebih sulit ditangani oleh sistem imun. Fenomena ini menjelaskan mengapa pasien yang sudah pernah mengalami flu sebelumnya masih bisa mengalami gejala berat saat terinfeksi super flu.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi

Dokter spesialis paru, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P(K), menegaskan pentingnya memahami perbedaan antara super flu dengan influenza musiman biasa. Mekanisme infeksi dan dampaknya pada kesehatan individu jauh lebih kompleks dan serius.

Antibodi dan Pertahanan Tubuh

Ketika seseorang terpapar virus influenza, tubuh membentuk antibodi sebagai respons alami yang berfungsi untuk melawan infeksi. Antibodi ini dirancang untuk mengenali dan melawan virus dalam paparan ulang, seringkali membuat gejala lebih ringan pada infeksi berikutnya.

Namun, dalam kasus super flu yang disebabkan oleh virus H3N2, mekanisme perlindungan imun ini seringkali tidak dapat berfungsi secara optimal. Virus ini memiliki cara unik untuk menghindari respons alami tubuh, yang berujung pada perlunya sistem imun untuk bekerja lebih keras.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Kemampuan Adaptasi Virus H3N2

Virus H3N2 memiliki kemampuan untuk bersembunyi dari antibodi yang terbentuk akibat infeksi influenza sebelumnya. Hal ini mengakibatkan sistem imun bereaksi seolah-olah virus tersebut adalah tipe baru, yang memperlambat respons imun di fase awal infeksi.

Dr. Brigitta menjelaskan bahwa pertempuran yang lebih berat dihadapi oleh sistem imun ketika berhadapan dengan super flu, sehingga meningkatkan kemungkinan munculnya gejala yang lebih serius. Ini menjadi perhatian utama bagi masyarakat dan tenaga medis di tengah meningkatnya kasus infeksi.

Risiko pada Pasien Komorbid dan Peran Vaksin

Pasien dengan kondisi kesehatan tertentu, atau komorbid, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami dampak berat akibat infeksi super flu. Sistem imun mereka yang biasanya lebih lemah semakin rentan terhadap virus yang lebih kuat ini.

Walaupun vaksin influenza tidak selalu mampu mencegah infeksi oleh super flu, ia tetap berfungsi untuk melatih sistem imun agar dapat mengenali dan merespons infeksi dengan lebih cepat. Hal ini berpotensi mengurangi kemungkinan munculnya gejala berat dan meningkatkan peluang selamat dari infeksi.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tantangan Super Flu: Mengapa Sistem Imun Tidak Selalu Cukup Kuat?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!