Mengapa Musik Klasik Dapat Meningkatkan Mood Lebih Cepat daripada Musik Kontemporer
Banyak orang merasa bahwa lagu-lagu klasik bisa langsung meningkatkan suasana hati mereka dibandingkan dengan musik kontemporer. Fenomena ini ternyata memiliki beberapa penjelasan ilmiah yang menarik.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kenangan yang terkait dengan lagu-lagu klasik memiliki kekuatan untuk membangkitkan emosi positif dan nostalgia yang mendalam dalam diri pendengar.
Salah satu alasan utama mengapa lagu-lagu klasik meningkatkan mood lebih cepat adalah karena keterikatan emosional yang telah terbentuk. Banyak pendengar yang langsung teringat akan momen spesifik dalam hidup mereka ketika mendengarkan lagu-lagu tersebut.
Penelitian menunjukkan bahwa nostalgia dapat menciptakan perasaan hangat dan positif, yang dapat membantu mengurangi tingkat stres. Ketika mendengarkan lagu-lagu yang kaya dengan kenangan, otak kita aktif merangsang area yang terkait dengan ingatan positif.
Lagu-lagu klasik cenderung memiliki lirik dan melodi yang lebih sederhana, membuatnya lebih mudah diingat. Hal ini memungkinkan pendengar untuk lebih cepat terhubung dan merasakan efek positif dalam waktu singkat.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Sejumlah studi menunjukkan bahwa musik yang telah diterima secara luas oleh publik dapat memicu respons emosional yang lebih mendalam. Lagu-lagu yang populer di masa lalu memiliki struktur dan elemen yang secara langsung mengena di hati pendengar.
Dalam konteks neurologis, mendengar musik yang kita sukai dapat meningkatkan produksi dopamin, yang dikenal sebagai 'hormon kebahagiaan'. Ini menjelaskan mengapa mendengarkan lagu klasik terasa begitu menyenangkan dan efektif dalam meningkatkan suasana hati.
Sebuah penelitian oleh University of Southern California menemukan bahwa pengalaman mendengar musik yang membangkitkan kenangan dapat memperkuat rasa kebersamaan antarpendengar, menciptakan koneksi sosial yang positif.
Di sisi lain, musik baru sering kali memerlukan waktu untuk dicerna dan diakrabi. Lagu-lagu yang baru dirilis biasanya memiliki elemen yang lebih kompleks, yang membuatnya mungkin tidak langsung menarik perhatian pendengar.
Meskipun musik baru juga memiliki potensi untuk meningkatkan mood, seringkali respons emosional yang ditimbulkan dapat lebih lambat jika dibandingkan dengan lagu-lagu klasik. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya kenangan atau emosi yang terasosiasi dengan musik baru tersebut.
Namun, perlu diingat bahwa selera musik sangat bervariasi. Beberapa orang mingkin merasakan musik baru yang catchy dapat juga membangkitkan semangat mereka meskipun tidak ada keterikatan emosional yang mendalam.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: