BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 16 JANUARI 2026 • 13:30 WIB

Krisis Komunikasi: Dampak Pemadaman Internet Terhadap Protes di Iran

Krisis Komunikasi: Dampak Pemadaman Internet Terhadap Protes di IranKrisis Komunikasi: Dampak Pemadaman Internet Terhadap Protes di Iran

Pemadaman internet nasional di Iran, yang berlangsung selama 156 jam, memperburuk situasi demonstrasi yang telah berlangsung sejak akhir Desember 2022.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil

Dengan sulitnya akses informasi, keadaan di lapangan menjadi kian tidak jelas, menambah tantangan bagi pelaporan dan pemantauan kondisi di negeri tersebut.

Dinamika Demonstrasi dan Dampak Pemadaman Internet

Aksi protes di Iran dimulai pada 28 Desember 2022 dan dipicu oleh berbagai faktor, termasuk isu politik dan sosial yang mendalam. Situasi menjadi lebih kritis setelah pemadaman internet yang dilakukan selama lebih dari satu minggu, yang telah mengganggu komunikasi di seluruh negeri.

Laporan dari NetBlocks, pengawas keamanan siber, menunjukkan bahwa pemadaman ini memperkuat penyebaran konten yang pro-rezim, dan membuat informasi akurat semakin sulit diakses.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Ketidakstabilan informasi real-time juga mempersulit dokumentasi tentang jumlah korban yang jatuh, di mana angka kematian telah menjadi subyek perdebatan, dengan banyak laporan yang memberikan informasi yang saling bertentangan tentang situasi yang terjadi.

Statistik Korban Menurut Lembaga HAM

Berdasarkan laporan dari Human Rights Activists News Agency (HRANA), diperkirakan jumlah korban tewas akibat demonstrasi mencapai 2.615 orang hingga Rabu, 14 Januari. Di antara yang tewas terdapat anak-anak, warga sipil non-demonstran, serta pengunjuk rasa dan anggota pasukan keamanan.

Lembaga Iran Human Rights (IHR) pun melaporkan kemungkinan korban mencapai 3.428, mencakup 3.379 demonstran yang tewas dalam rentang waktu 8-12 Januari. Sejumlah intelijen Israel bahkan memperkirakan angka korban bisa mencapai sekitar 5.000 orang, sementara media Iran International melaporkan lebih dari 12.000 jiwa terhitung dalam insiden ini.

Inisiatif Internasional untuk Membantu Akses Internet

Di tengah situasi krisis ini, Prancis mempertimbangkan pengiriman terminal Eutelsat sebagai upaya untuk memfasilitasi akses internet melalui satelit bagi warga Iran. Eutelsat, yang beroperasi dari Paris, memiliki kemampuan untuk menyediakan layanan internet dari luar angkasa.

OneWeb, anak perusahaan Eutelsat, juga muncul sebagai pesaing Starlink milik Elon Musk, yang sebelumnya menawarkan akses gratis di Iran. Bersama-sama, langkah-langkah ini berusaha untuk memulihkan akses informasi dan komunikasi, mendukung masyarakat dalam mendapatkan berita yang akurat dan berimbang.

Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Krisis Komunikasi: Dampak Pemadaman Internet Terhadap Protes di Iran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!