BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 15 JANUARI 2026 • 10:54 WIB

Kendala Dasar dalam Evakuasi Pendaki Gunung Slamet: Cuaca dan Medan Menjadi Tantangan Utama

Kendala Dasar dalam Evakuasi Pendaki Gunung Slamet: Cuaca dan Medan Menjadi Tantangan UtamaKendala Dasar dalam Evakuasi Pendaki Gunung Slamet: Cuaca dan Medan Menjadi Tantangan Utama

Evakuasi Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki yang dinyatakan meninggal dunia, menghadapi berbagai kendala serius akibat hujan badai dan jalur berbahaya. Proses pencarian dimulai setelah Syafiq hilang selama 17 hari di jalur punggungan Gunung Malang.

Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat

Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas dan relawan, terpaksa menghentikan evakuasi di tengah kondisi cuaca ekstrem. Proses tersebut dilanjutkan pada Kamis, 15 Januari 2026, setelah sempat terhenti.

Kondisi Terkini Evakuasi

Tim pencari melanjutkan proses evakuasi setelah terpaksa mundur akibat hujan lebat. Penemuan jenazah Syafiq terjadi di area Batu Watu Langgar, terbungkus kain hijau.

Puluhan personel dari berbagai tim SAR bergerak menuju lokasi yang terisolasi dengan harapan dapat mengevakuasi jenazah dengan aman. Namun, cuaca buruk dan medan curam menjadi tantangan utama.

Seorang anggota Tim Wanadri menjelaskan, 'Sejak pagi tim belum makan dan kondisi medan yang curam dan terjal serta cuaca hujan badai,' mencerminkan kesulitan yang dihadapi saat evakuasi.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil

Strategi Evakuasi

Proses evakuasi kini dipastikan lebih matang dan memerlukan alat-alat khusus seperti tandu basket. Tujuannya untuk memastikan jenazah Syafiq dapat dibawa dengan aman.

Tim gabungan memutuskan untuk melakukan evakuasi secara estafet, melalui jalur Pos Dipajaya di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari. Langkah ini diambil agar akses ke lokasi penemuan jenazah menjadi lebih mudah.

Menurut Arie, seorang relawan dari Tim Wanadri, 'Proses evakuasi akan dilakukan secara estafet, melalui jalur Pos Dipajaya,' sehingga diharapkan mempermudah tim dalam melakukan evakuasi.

Duka Keluarga dan Rencana Pemakaman

Suasana duka menyelimuti rumah orang tua Syafiq di Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara. Tenda dan kursi plastik disiapkan untuk pelayat yang datang dalam jumlah banyak setelah berita penemuan jenazah beredar.

Tri Winarno, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Magelang, menyampaikan bahwa keluarga telah memutuskan untuk memindahkan lokasi pemakaman. Semula, jenazah direncanakan dimakamkan di Pemakaman Sambung Lor, namun kini akan dipindahkan ke TPU Sidotopo, Kelurahan Kedungsari.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kendala Dasar dalam Evakuasi Pendaki Gunung Slamet: Cuaca dan Medan Menjadi Tantangan Utama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!