Bajakan Laut di Gabon: Penculikan WNI dan WN China Mengguncang Perairan Afrika
Sejumlah warga negara Indonesia dan China menjadi korban penculikan oleh bajak laut di perairan Gabon, Afrika Tengah. Insiden ini mengakibatkan sembilan awak kapal diculik saat beraktivitas menangkap ikan di sekitar tujuh mil laut tenggara Equata.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Kapal penangkap ikan yang diserang, IB FISH 7, menjadi target serangan saat melakukan aktivitas sehari-hari. Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, mengonfirmasi adanya tiga pria bersenjata terlibat dalam serangan tersebut.
Dalam insiden ini, sembilan awak kapal diculik, termasuk lima warga negara China dan empat warga negara Indonesia. Sementara, enam awak kapal lainnya, terdiri dari WNI, WN China, dan seorang WN Burkina Faso, berhasil selamat dan tidak tertangkap.
Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM
Menanggapi insiden tersebut, pemerintah Gabon segera mengambil langkah untuk mengamankan kapal yang dibajak. Kapal tersebut akhirnya dikawal oleh pihak keamanan hingga sampai di pelabuhan ibu kota, sebagaimana dinyatakan dalam pernyataan resmi.
Kepala Staf Angkatan Laut Gabon mengungkapkan, 'Situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim.'
Kejaksaan setempat telah membuka penyelidikan atas kasus penculikan ini. Usaha ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang terlibat dalam penculikan tersebut.
Pihak berwenang terus berkoordinasi dengan berbagai otoritas terkait untuk memastikan keamanan awak kapal yang berhasil selamat serta melindungi perairan Gabon dari ancaman serupa di masa depan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: