Kemenkes Intensifkan Upaya Medis Pasca Banjir di Aceh Tamiang
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan komitmen tinggi dalam menangani lonjakan penyakit pascabanjir di Aceh Tamiang, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor sanitasi yang buruk dan kepadatan di lokasi pengungsian berkontribusi terhadap meningkatnya kasus infeksi, memicu mobilisasi tim medis.
Dalam pernyataan resmi, Kemenkes mengungkapkan bahwa peningkatan kasus ISPA, diare, dan infeksi kulit dominan terjadi di Desa Sekumur, Sekerak, setelah banjir besar melanda.
Dokter Relawan Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kemenkes, dr. Yulia Dewi Irawati, mencatat bahwa kondisi lingkungan yang tidak bersih dan sanitasi yang buruk sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat.
Terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia, perhatian ekstra diberikan agar mereka mendapatkan pengobatan yang diperlukan, mencegah penurunan kesehatan lebih lanjut.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Tim relawan Kemenkes telah melaksanakan tindakan medis dan memberikan pengobatan bagi pasien yang menderita penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.
Mereka berusaha memastikan bahwa pasien menerima perawatan medis yang diperlukan meskipun dalam situasi darurat, guna mencegah perkembangan kondisi kesehatan yang lebih buruk.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, tim juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) demi menjaga kesehatan jiwa dan fisik.
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang telah menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas kesehatan di Desa Sekumur.
Siti Aisyah, seorang bidan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sekumur, menyampaikan bahwa sejumlah alat kesehatan, termasuk tempat tidur dan peralatan medis lainnya, hilang, yang mengakibatkan pelayanan kesehatan terbatas.
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Kesehatan telah mengirimkan Tim Relawan TCK Batch II untuk memperkuat respons kesehatan dan memastikan akses masyarakat yang terisolasi terhadap layanan medis.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: