Rekor Harga Emas Antam Mencapai Titik Tertinggi di Awal Tahun 2026
Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. mencatatkan rekor tertinggi pada Senin (12/1/2026), mencapai Rp2.631.000 per gram. Kenaikan ini sebesar Rp29.000 dari harga sebelumnya dan mencerminkan tren positif dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Kenaikan signifikan harga emas ini merupakan kelanjutan dari penguatan yang telah terjadi selama tiga hari berturut-turut, dengan total peningkatan mencapai Rp61.000. Selain itu, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan, mencapai Rp2.484.000 per gram.
Pada pukul 08.50 WIB, data resmi dari PT Antam menunjukkan harga emas satuan 1 gram untuk hari ini mencapai Rp2.631.000. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah penjualan emas Antam Logam Mulia.
Penguatan ini tidak terlepas dari kondisi perdagangan emas global yang menunjukkan tren positif. Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam telah melonjak hingga 4,16% akibat pengaruh pasar yang semakin kuat.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Di pasar global, harga emas juga mengalami peningkatan, ditutup pada posisi US$4509,79 per ton pada perdagangan terakhir, dengan kenaikan sebesar 0,77%. Hari ini, harga emas kembali terangkat ke angka US$4529,39, menunjukkan kenaikan 0,44%.
Kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk kondisi ekonomi yang stabil dan permintaan pasar yang meningkat. Lonjakan harga emas selama sembilan hari terakhir mencatatkan total peningkatan sebesar 4,5%.
Seiring dengan lonjakan harga jual, harga buyback emas Antam juga menunjukkan tren positif. Saat ini, harga buyback berada di level Rp2.484.000 per gram, mengalami kenaikan yang sama sebesar Rp29.000.
Kondisi ini menggambarkan ketahanan pasar emas dalam menghadapi tantangan ekonomi. Investor dianjurkan untuk memantau perkembangan harga emas di pasar domestik maupun internasional dalam pengambilan keputusan investasi.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: