Lonjakan Kasus Flu di New York: 128 Ribu Positif hingga Awal Tahun
Musim flu di New York City mengalami lonjakan dramatis, dengan lebih dari 128 ribu warganya positif flu pada awal Januari 2026.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kondisi ini memberikan tekanan luar biasa terhadap sistem kesehatan lokal, terutama dalam ketersediaan alat tes flu.
Departemen Kesehatan New York City melaporkan bahwa jumlah kasus flu kini melampaui angka dari dua musim sebelumnya.
Komisaris Departemen Kesehatan NYC, Dr. Michelle Morse, menyatakan, "Hingga pekan yang berakhir pada 3 Januari, lebih dari 128 ribu warga New York telah dinyatakan positif flu pada musim ini."
Walaupun ada indikasi penurunan, risiko bagi mereka yang tidak divaksinasi tetap tinggi, dengan Dr. Morse menambahkan, "Pada musim lalu, 89 persen anak-anak yang meninggal akibat flu ternyata belum mendapatkan vaksinasi."
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Tidak hanya jumlah pasien yang meningkat, tetapi lonjakan ini menambah beban berat pada fasilitas kesehatan lokal.
Pusat layanan kesehatan CityMD melaporkan bahwa volume pasien meningkat sekitar 30 persen, dimana banyak diantaranya menunjukkan gejala influenza.
Kondisi ini menambah tantangan bagi tenaga medis serta menuntut mereka untuk memberikan perawatan yang maksimal di tengah tekanan yang ada.
Para penyedia layanan farmasi merasakan dampak besar dari musim flu ini, termasuk lonjakan permintaan akan alat tes.
Ralph Ekstrand, seorang apoteker berpengalaman, mengungkapkan bahwa permintaan obat-obatan dan alat tes flu sangat mengkhawatirkan.
Di apotek Moby Drugs, Farmingdale, stok alat tes flu mandiri telah habis terjual, dan Ekstrand mencatat, "Kami melayani hampir 90 resep hanya dalam tiga jam, dan sekitar 20 di antaranya adalah khusus untuk flu."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: