Ancaman Kebakaran Hutan di Victoria akibat Cuaca Panas Memuncak
Warga di negara bagian Victoria, Australia, diingatkan untuk waspada terhadap kebakaran hutan yang meluas di tengah gelombang panas ekstrem.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Prakiraan cuaca menunjukkan suhu dapat mencapai rekor tertinggi, berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lebih lanjut.
Pemerintah Victoria telah memberlakukan larangan total terhadap segala aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, dengan status tingkat bahaya kebakaran kini berada di level 'katastropik'.
Kepala Petugas Country Fire Authority (CFA) Jason Heffernan mengemukakan, 'Kondisi ini mengharuskan warga Victoria bersiap menghadapi lebih banyak kerusakan properti atau bahkan hal yang lebih buruk.'
Proyeksi suhu di wilayah Victoria memperkirakan akan mencapai 42 derajat Celsius dalam beberapa hari ke depan, memicu potensi kebakaran yang lebih meluas.
Lebih dari 36.000 hektare lahan telah terbakar, dan sepuluh rumah di Ruffy telah hancur akibat api yang berkobar.
Kapten CFA Ruffy, George Noye, melaporkan situasi di wilayah terdampak sangat kritis. 'Jalan utama terlihat seperti baru saja dibom, kami kehilangan sebuah sekolah,' ujarnya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Banyak warga yang kehilangan tidak hanya rumah, tetapi juga mata pencaharian, termasuk ternak dan fasilitas pertanian.
Walaupun belum ada laporan korban jiwa hingga kini, tantangan tetap ada bagi para pelintas dan penduduk setempat yang harus menghadapi resiko kebakaran.
Kewaspadaan tinggi disarankan kepada semua warga, bahkan bagi mereka yang tinggal jauh dari titik kebakaran aktif.
Wakil Komisaris Kepolisian Victoria, Bob Hill, mengungkapkan bahwa saat ini tiga individu, termasuk dua dewasa dan seorang anak, masih hilang di kawasan Longwood.
Pihak berwenang sebelumnya telah berupaya berkomunikasi dengan mereka dan mendorong untuk mencari tempat perlindungan mengingat situasi yang sudah mendesak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: