Pemerintah Siapkan Rp 335 Triliun untuk Program Gizi Anak di 2026
Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp 335 triliun demi merealisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai acara retreat kabinet yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Bogor, Jawa Barat.
Anggaran yang disiapkan oleh pemerintah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang rentan terlihat dengan kondisi malnutrisi. Dalam penjelasaanya, Prasetyo menekankan harapan Presiden Prabowo agar program ini dapat dilaksanakan dengan disiplin dan efektivitas yang tinggi.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya keberhasilan program dengan meningkatkan prosedur pelaksanaan yang diatur oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam taklimat awal tahun, Prabowo menginginkan agar hal ini dipenuhi dengan disiplin yang ketat.
Program Makan Bergizi Gratis diluncurkan sebagai respons terhadap fakta bahwa masih ada satu dari lima anak Indonesia yang mengalami kekurangan gizi, berisiko menghadapi malnutrisi berat dan stunting. Dalam konteks ini, Prabowo mengingatkan kembali ungkapan Bung Karno: 'The hungry stomach cannot wait'.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Pesan ini menunjukkan betapa seriusnya masalah gizi anak yang akan berdampak pada perkembangan anak dan produktivitas bangsa di masa depan.
Dengan adanya program ini, diharapkan perhatian dapat lebih terfokus pada isu gizi anak yang sangat krusial dalam pembangunan sumber daya manusia.
Presiden Prabowo mengklaim bahwa program MBG telah mencapai tingkat keberhasilan yang sangat tinggi, yakni sebesar 99,99 persen. Ia menyatakan, 'Kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99 persen berhasil.'
Meskipun demikian, Prabowo juga menegaskan pentingnya untuk tidak berpuas diri dan terus berkomitmen untuk mengatasi berbagai kekurangan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan program.
Ia menambahkan, 'Langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Tapi intinya adalah bahwa kita intervensi,' menekankan pentingnya respons cepat terhadap masalah yang ada.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: